
Sorkam Barat (Humas) – Suasana khidmat menyelimuti lapangan utama Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Tapanuli Tengah pada Senin pagi, 04 Mei 2026 saat pelaksanaan upacara bendera rutin. Bertindak sebagai pembina upacara, Guru Mata Pelajaran Aqidah Akhlak Nurpadila Tanjung, S, Ag., menyampaikan amanat yang menyentuh hati di hadapan ratusan siswa serta dewan guru. Fokus utama dalam bimbingan kali ini adalah mengenai urgensi menjaga etika dan menghormati sosok pendidik sebagai kunci keberkahan ilmu.
Dalam amanatnya, pembina upacara menegaskan bahwa dalam pandangan Aqidah Akhlak, kedudukan guru bukan sekadar pemberi materi pelajaran, melainkan orang tua rohani yang membimbing jiwa para murid. Ia mengingatkan bahwa kecerdasan intelektual tidak akan membawa manfaat yang luas jika tidak dibarengi dengan kerendahan hati kepada mereka yang telah mengajarkannya. Menghormati guru disebut sebagai fondasi utama dalam menuntut ilmu agar apa yang dipelajari dapat meresap dan menjadi amal jariyah.
Lebih lanjut, beliau menyoroti fenomena pergeseran nilai kesantunan di era digital saat ini. Para siswa diingatkan untuk tetap menjaga lisan, sikap, dan perilaku, baik di dalam lingkungan madrasah maupun di media sosial. “Ilmu bisa dicari di mana saja, tapi keberkahan ilmu hanya didapat melalui rida seorang guru,” tegasnya. Pesan ini diharapkan mampu membentengi siswa dari sikap arogan yang sering kali muncul akibat kemudahan akses informasi tanpa bimbingan moral yang kuat.
Pihak sekolah mengapresiasi penekanan materi akhlak dalam momentum upacara ini. Menurut Kepala MAN 2 Tapanuli Tengah H. Muhammad Lufti Siambaton, M.Pd., pembentukan karakter merupakan misi utama madrasah untuk mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki integritas moral yang tinggi. Dengan rutin menyisipkan pesan-pesan religius dalam kegiatan formal, sekolah berharap nilai-nilai kesantunan dapat menjadi budaya yang melekat erat pada diri setiap siswa.
Upacara pun diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan dan kelancaran proses belajar mengajar di lingkungan madrasah. Para siswa tampak antusias dan menyimak dengan saksama setiap poin yang disampaikan. Diharapkan, melalui amanat singkat namun sarat makna ini, hubungan harmonis antara guru dan murid di MAN 2 Tapanuli Tengah semakin terjaga, menciptakan lingkungan pendidikan yang penuh dengan rasa hormat dan kasih sayang.