Bikin Pecah Suasana, OSIM MAN 2 Tapanuli Tengah Hadirkan Game “Jika-Maka” di MATAMUDA

Sorkam Barat (Humas) – Kamis, 17 Juli 2026 Kegiatan Masa Taaruf Siswa Madrasah (MATAMUDA) di MAN 2 Tapanuli Tengah tahun ini berlangsung dengan sangat meriah dan penuh gelak tawa. Pengurus Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) sukses memecah ketegangan para peserta didik baru dengan menghadirkan permainan interaktif “Jika-Maka” dan “Sebut Angka”. Permainan ini sengaja dirancang untuk mencairkan suasana kaku dan membangun keakraban di antara sesama siswa baru.

Permainan pertama, yaitu game “Jika-Maka”, sukses mengocok perut seluruh peserta dan guru yang hadir. Dalam permainan ini, barisan siswa sebelah kanan diminta menuliskan kalimat yang diawali kata “Jika”, sementara barisan sebelah kiri menuliskan kelanjutan kalimat dengan kata “Maka” tanpa saling mengintip. Ketika pengurus OSIM membacakan gabungan kertas secara acak, lahirlah kombinasi kalimat yang sangat tidak nyambung dan mengundang tawa riuh di lapangan madrasah.

Keseruan semakin memuncak saat beralih ke game “Sebut Angka”. Permainan konsentrasi ini menuntut para siswa untuk menyebutkan angka secara berurutan, namun harus mengganti angka kelipatan tertentu dengan tepukan tangan atau gerakan khusus. Siswa yang kurang fokus dan salah menyebutkan angka langsung mendapatkan hukuman jenaka dari panitia, yang justru menambah kehebohan di tengah-tengah lapangan olahraga.

Ketua OSIM MAN 2 Tapanuli Tengah Azzahra mengungkapkan bahwa pemilihan kedua permainan ini didasarkan pada keinginan untuk menghapus kesan bahwa orientasi siswa baru selalu identik dengan hal-hal yang menegangkan. “Kami ingin membuang jauh-jauh stigma bahwa masa taaruf siswa baru itu menakutkan atau kaku. Lewat game sederhana seperti ‘Jika-Maka’ dan ‘Sebut Angka’ ini, kami ingin adik-adik merasakan langsung bahwa MAN 2 Tapanuli Tengah adalah lingkungan belajar yang seru, ramah anak, dan penuh kekeluargaan sejak hari pertama mereka menapakkan kaki di sini,” ungkapnya dengan penuh semangat.

Kegiatan MATAMUDA yang ditutup dengan sesi permainan ini terbukti berhasil membangun kedekatan emosional yang cepat antar-siswa baru. Mereka yang awalnya tampak canggung dan saling diam kini mulai bercanda gurau dan membaur tanpa jarak. Sinergi positif antara pengurus OSIM dan siswa baru ini diharapkan menjadi awal yang baik untuk menciptakan lingkungan sekolah yang harmonis dan suportif selama beberapa tahun ke depan.