
Sorkam Barat (Humas) – Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan tampak menyelimuti halaman utama Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Tapanuli Tengah pada kegiatan pembiasaan rutin Jumat Berkah pekan ini. Seluruh warga madrasah, mulai dari para guru, staf pegawai, hingga siswa-siswi, berkumpul sejak pagi untuk mengikuti rangkaian acara keagamaan yang sarat akan nilai moral. Kegiatan yang diinisiasi oleh pihak madrasah ini bertujuan untuk membentuk karakter peserta didik agar senantiasa religius dan berakhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari, Jum’at (2/10).
Acara inti diisi dengan khutbah Jumat yang kali ini dipercayakan kepada Azril Fahrezi Hutabarat, siswa berbakat dari kelas X-1. Di hadapan ratusan teman sebaya dan dewan guru, Azril tampil percaya diri membawakan materi yang sangat relevan dengan realitas generasi muda saat ini, yakni pentingnya “Menjaga ucapan dan ketikaan”. Dalam pesannya, ia mengingatkan bahwa lisan manusia dapat menjadi penuntun kebaikan, namun juga bisa mendatangkan malapetaka jika tidak disaring dengan bijak.
Lebih lanjut, Azril menyoroti bahaya era digital di mana jari-jemari sering kali lebih cepat bergerak mengetik komentar negatif di media sosial tanpa memikirkan akibatnya. Ia menegaskan bahwa setiap kata yang terucap maupun yang diketik di ruang virtual akan dicatat oleh malaikat dan kelak harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh siswa MAN 2 Tapanuli Tengah untuk senantiasa menyebarkan konten positif serta menghindari ujaran kebencian di dunia maya.
Menanggapi tausiah inspiratif tersebut tenaga pendidik, Kurnia Hafiz memberikan narasi penguatan sekaligus apresiasi mendalam kepada sang khotib muda. “Kami turut merasa bangga melihat keberanian dan kedalaman materi yang disampaikan oleh Azril Fahrezi Hutabarat yang masih duduk di kelas X. Sempoga yang disampaikan hari ini tidak sekadar menjadi angin lalu, melainkan benar-benar diamalkan dalam pergaulan sehari-hari di madrasah maupun di rumah.”
Melalui kegiatan Jumat Berkah ini, pihak madrasah berharap pembiasaan positif seperti kultum atau khutbah oleh siswa dapat terus melatih mental kepemimpinan serta public speaking para peserta didik. Madrasah berkomitmen untuk terus mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional dan spiritual yang matang. Acara ditutup dengan doa bersama agar seluruh warga MAN 2 Tapanuli Tengah senantiasa berada dalam lindungan dan keberkahan Allah SWT.