
Pandan (Humas). Wakil Kepala Madrasah (WKM) Bidang Kurikulum MAN 3 Tapanuli Tengah Anny Jarian Gultom mengimbau seluruh murid agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai memengaruhi kondisi lingkungan di wilayah Tapanuli Tengah. Imbauan ini disampaikan untuk meningkatkan kepedulian murid terhadap kesehatan dan keselamatan sekaligus menjaga keberlangsungan pembelajaran. Murid diharapkan mampu menyikapi kondisi tersebut dengan bijak, mengikuti arahan madrasah serta tetap menjalankan tanggung jawab akademik sesuai situasi dan kondisi yang memungkinkan,Rabu(14/10).
WKM Kurikulum mengingatkan murid agar mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika asap semakin pekat dan menggunakan masker yang sesuai apabila harus beraktivitas di luar. Murid juga diimbau menghindari kegiatan fisik berat di lingkungan berasap, memperbanyak minum air putih, mengonsumsi makanan bergizi dan mencukupi waktu istirahat. Langkah-langkah tersebut perlu diperhatikan untuk mengurangi paparan asap dan menjaga kondisi tubuh terutama ketika kualitas udara di lingkungan tempat tinggal maupun perjalanan menuju madrasah memburuk.
Selain menjaga kesehatan murid diminta mengenali gejala gangguan kesehatan akibat paparan asap, seperti batuk, iritasi mata, tenggorokan terasa perih dan gangguan pernapasan. Apabila mengalami keluhan tersebut murid hendaknya segera memberitahukan kepada orang tua dan pihak madrasah agar dapat memperoleh penanganan yang tepat. Jika mengalami sesak napas atau gejala berat lainnya murid perlu segera mendapatkan pertolongan medis. Murid juga diingatkan agar tidak memaksakan diri mengikuti aktivitas ketika kondisi fisiknya tidak memungkinkan.
Di tengah kondisi lingkungan yang terdampak asap karhutla WKM Kurikulum menegaskan pentingnya menjaga perhatian terhadap kegiatan akademik. Murid diharapkan tetap mengikuti pembelajaran selama kondisi kesehatan dan situasi lingkungan memungkinkan, menyelesaikan tugas yang diberikan guru serta mengulang materi pelajaran secara mandiri. Kedisiplinan dan pengelolaan waktu menjadi hal penting agar proses belajar tetap berjalan dengan baik tanpa mengabaikan kesehatan dan keselamatan.
Apabila kondisi kesehatan atau lingkungan mengharuskan murid mengurangi aktivitas di luar rumah waktu yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk membaca buku mengerjakan latihan soal dan mempersiapkan diri menghadapi evaluasi akademik. Murid juga diharapkan tetap berkomunikasi dengan guru apabila mengalami kesulitan memahami materi atau membutuhkan informasi mengenai tugas pembelajaran. Dengan demikian kegiatan belajar mandiri dapat menjadi alternatif untuk mempertahankan kesinambungan pembelajaran sesuai kondisi masing-masing.
WKM Kurikulum turut mengajak murid untuk mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan kondisi asap karhutla dan pelaksanaan kegiatan madrasah. Informasi mengenai perubahan jadwal maupun kebijakan pembelajaran hendaknya diperoleh melalui guru atau saluran komunikasi resmi. Murid juga diminta tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Sikap tenang, waspada dan bertanggung jawab diperlukan agar seluruh murid dapat menyikapi situasi dengan tepat serta mengikuti arahan pihak madrasah dan pihak berwenang.
Dukungan orang tua juga diperlukan untuk membantu menjaga kesehatan dan mendampingi kegiatan belajar murid selama kondisi asap karhutla. Orang tua diharapkan memantau kondisi fisik anak memastikan kebutuhan istirahat dan asupan makanan terpenuhi serta berkoordinasi dengan pihak madrasah apabila anak mengalami gangguan kesehatan. Komunikasi yang baik antara orang tua dan guru dapat membantu memastikan kebutuhan murid tetap diperhatikan, baik dalam aspek kesehatan maupun keberlangsungan pendidikan.
WKM Kurikulum menekankan bahwa semangat belajar perlu disertai kemampuan beradaptasi dan kepedulian terhadap keselamatan diri. Murid diharapkan tetap disiplin dalam menjalankan kewajiban akademik tetapi juga mampu mengenali batas kemampuan fisik dan segera melaporkan kondisi yang memerlukan perhatian. Keseimbangan antara tanggung jawab belajar dan perilaku hidup sehat menjadi bagian penting dalam membentuk karakter murid yang mandiri, tangguh dan bertanggung jawab.
Pihak madrasah diharapkan terus memperhatikan perkembangan situasi lingkungan sebagai bahan pertimbangan dalam mendukung pelaksanaan pembelajaran yang aman dan kondusif. Koordinasi serta penyampaian informasi yang jelas kepada murid dan orang tua diperlukan apabila terdapat kondisi yang berdampak pada kegiatan akademik. Setiap langkah yang diambil perlu mempertimbangkan kesehatan dan keselamatan warga madrasah agar proses pendidikan dapat berlangsung sesuai keadaan dan arahan yang berlaku.
Melalui imbauan tersebut WKM Kurikulum MAN 3 Tapanuli Tengah berharap seluruh murid tetap waspada terhadap dampak asap karhutla, menjaga kesehatan dan mempertahankan semangat belajar. Murid diharapkan mampu menerapkan langkah pencegahan, mematuhi arahan madrasah serta melaksanakan tanggung jawab akademik sesuai kondisi masing-masing. Dengan dukungan guru, orang tua, dan seluruh warga madrasah kesehatan murid diharapkan tetap terjaga dan kegiatan pembelajaran dapat berlangsung secara optimal di tengah kondisi lingkungan yang sedang dihadapi.(ms)