
Pandan (Humas). Kepala Madrasah Aliyah Negeri 3 Tapanuli Tengah mengikuti kegiatan Rapar Koordinasi Optimalisasi peran dunia pendidikan dalam program penurunan stunting dan penghapusan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Tapanuli Tengah bertempat di Aula Bappeda Tapanuli Tengah, Selasa(16/7). Kegiatan tersebut dibuka secara langsung oleh Pj Sekretaris Daerah Tapanuli Tengah Erwin Hotmansyah Harahap.
Erwin Hotmansyah menyampaikan bahwa Presiden telah mengeluarkan Pepres nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, yang mana implementasi dari peraturan Presiden tersebut adalah telah disusun dalam Rencana Aksi Nasional Pasti(Ran-Pasti) sebagai pedoman dan panduan bagi Pemerintah pusat, daerah hingga level desa dalam melaksanakan program percepatan penurunan Stunting. Pemerintah telah menargetkan prevalensi stunting menurun menjadi 14 * di tahun 2024 sehingga di tahun 2023 ditargetkan Indonesia bebas stunting.
Kepala MAN 3 Tapanuli Tengah mengatakan bahwa Program percepatan penurunan stunting dan penghapusan kemiskinan ekstrem sebagai Proyek Strategis Nasional(PSN) merupakan aksi kolaboratif dan integrative dari semua sektor di Kabupaten Tapanuli Tengah. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah lima tahun(balita) akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, terutama dalam 1000 hari pertama kehidupan.
Beliau juga mengatakan bahwa untuk tahun 2024 sosialisasi penurunan stunting di madrasah akan dilaksanakan oleh Bappeda Tapanuli Tengah bersama dengan Puskesmas terdekat. “Meskipun tinggal menunggu jadwal dari Bappeda Tapanuli Tengah pihak madrasah juga tetap memberikan edukasi kepada peserta didik untuk tetap mengaplikasikan pola hidup sehat di madrasah dan juga lingkungan sekitar,”tambah Juraida.
Juraida berharap semoga Kabupaten Tapanuli Tengah khususnya MAN 3 Tapanuli Tengah bebas dari stunting. “Mari kita dukung program dari Pemerintah Kab. Tapanuli Tengah dalam penurunan stunting dan penghapusan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Tapanuli Tengah,”ucapnya.