
Pandan (Humas), Kepala kantor Kementerian Agama Tapanuli Tengah meninjau rumah yang tidak layak huni yang bertempat di desa Jago-jago, kecamatan Badiri, kabupaten Tapanuli Tengah, Selasa (06/08).
Dalam kesempatan ini Kakan Kemenag Tapteng yang diwakili Kepala Seksi Bimas Islam, H. Bincar Halomoan Siregar S.Ag, MH, mengatakan mendukung kegiatan ini, karena Kementerian Agama melalui Kasi Bimas Islam mengajukan desa Jago-jago sebagai binaan kampung zakat Reborn tahun 2025.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini, karena Kementerian Agama Tapanuli Tengah melalui Seksi Bimas Islam mengajukan desa Jago-jago ini, sebagai kampung zakat Reborn tahun 2025” ucapnya.
Bincar mengharapkan agar kegiatan ini dapat membantu masyarakat untuk meningkatkan kesejateraannya. “Mudah-mudahan kegiatan ini membantu kesejahteraan masyarakat dan mendapat ridho dari Allah SWT” lanjutnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini Kabag Kesra Tapanuli Tengah, Kabag Perkim Tapanuli Tengah, Ketua Baznas Tapanuli Tengah, Kakan Kemenag diwakili Kasi Bimas Islam, Camat Badiri, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) diwakili staf, Sekdes Jago-jago dan Penyuluh Agama Islam kecamatan Badiri.
Berdasarkan informasi, bahwa waktu pelaksanaan Pembedahan rumah ini, sudah diproses dan menunggu persetujuan dari Pj Bupati Tapanuli Tengah. Rumah yang dibedah itu milik Riswan Pasaribu, warga dusun I desa Jago-jago, kecamatan Badiri kabupaten Tapanuli Tengah. Rumah yang tidak layak huni dan memprihatinkan itu menjadi prioritas dalam survei ini.
Iwan sapaan akrab, merupakan penerima bantuan program bedah rumah dari pemerintah kabupaten Tapanuli Tengah yang bekerjasama dengan Badan Amil Zakat (Baznas) Tapteng dan Kementerian Agama Tapanuli Tengah.
Tempat tinggal Iwan berukuran 6×7 meter di kawasan padat penduduk itu sudah tidak layak. Bilik kayu di rumah tersebut sudah sangat rapuh dan hampir ambruk.
setiap kali hujan, rumah Iwan tambah tak karuan bentuknya. Air yang mengalir dari genting yang bocor langsung turun kebawah karena kayu penyangga sudah bolong.