KUA Kecamatan Badiri Fasilitasi Pelatihan Fardhu Kifayah

Badiri (Humas)  Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Badiri kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan literasi keagamaan masyarakat dengan memfasilitasi Pelatihan Fardhu Kifayah,  bagi ibu-ibu pengajian akbar Muslimat NU Kecamatan Badiri di balai nikah dan manasik haji KUA Kecamatan Badiri, pada hari selasa, 7 Oktober 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam pelaksanaan kewajiban agama terkait jenazah, baik berupa memandikan, mengkafani, menshalatkan, maupun menguburkannya.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 13.30 WIB ini dibuka secara resmi oleh Ketua PC Muslimat NU Kab. Tapanuli Tengah, Hj. Raiyani Sihotang. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala KUA Badiri, Ketua PC Muslimat NU Kab. Tapanuli Tengah beserta rombongan, staf KUA Kecamatan Badiri, Penyuluh Kecamatan Badiri, jamahah pengajian akbar PAC Muslimat NU Kec. Badiri, kurang lebih 100 jamaah yang berasal dari seluruh ranting Muslimat NU sekecamatan Badiri.

Pelatihan ini dibagi menjadi dua sesi utama. Sesi pertama berupa pemaparan materi teoritis mengenai tata cara penanganan jenazah secara Islami: mulai dari saat sakaratul maut, memandikan, mengkafani, menyalatkan, hingga menguburkan. Sesi kedua adalah praktik langsung yang menggunakan alat peraga seperti boneka jenazah, kain kafan, gayung, dan meja pemandian. Para peserta diajak praktik cara memandikan jenazah sesuai sunnah, cara mengkafani tiga lapis bagi laki-laki dan lima lapis bagi perempuan, serta tata cara melaksanakan salat jenazah dengan benar.

Dalam sambutannya, Kepala KUA Badiri, dalam kesempatan ini diwakili oleh Bapak Rusdi Sibagariang,S.H.I., menyatakan bahwa pelatihan ini penting agar ketika ada warga yang meninggal, masyarakat setempat dapat melaksanakan fardhu kifayah secara benar dan tidak tergantung sepenuhnya kepada pihak luar. “Semoga pelatihan ini bisa menjadi sarana regenerasi rubiah mayit dan memberi kepercayaan kepada masyarakat untuk ikut aktif dalam pengurusan jenazah,” ujarnya.

“Kita ingin agar tidak ada lagi kasus keterlambatan pengurusan jenazah karena minimnya pengetahuan. Melalui pelatihan ini, kita harapkan tiap desa memiliki setidaknya dua hingga tiga kader rubiah mayit yang siap dan paham,” ujar Nuraini Hasibuan, S.Pd, selaku sekretaris PAC Muslimat NU Kecamatan Badiri.

Sebagai ketua PC Muslimat NU sekaligus nara sumber, Ibu Raiyani  Sihotang,S.Pd.I menyampaikan materi teori pelaksanaan jenazah sesuai syariat Islam, termasuk adab terhadap orang yang sedang sakaratul maut, adab memandikan jenazah, mengafani, shalat jenazah hingga penguburan. Selain teori, peserta juga diajak langsung praktik memandikan dan mengkafani jenazah.

Kegiatan ini bertujuan untuk Membekali peserta dengan keterampilan praktis, mulai dari memandikan, mengkafani, menyolatkan, hingga menguburkan jenazah sesuai dengan tuntunan syariat.

Kantor Urusan Agama Kecamatan Badiri, berharap para peserta memiliki pemahaman yang lebih mendalam mengenai kewajiban fardhu kifayah, terutama dalam hal pengurusan jenazah, serta mampu melaksanakannya sesuai dengan tuntunan syariat Islam.