Banjir Bandang Rendam Ruang Tata Usaha Berkas Penting Madrasah Ikut Terdampak

Pandan (Humas)-Banjir bandang yang melanda wilayah Tapanuli Tengah pada Senin pagi menyebabkan sejumlah fasilitas pendidikan turut mengalami dampaknya. MAN 3 Tapanuli Tengah menjadi salah satu yang paling terdampak terutama di ruang Tata Usaha tempat berbagai berkas administrasi penting tersimpan. Air yang tiba-tiba masuk akibat hujan deras sejak dini hari membuat ruangan tersebut terendam dan mengalami kerusakan cukup parah, Senin(8/12).

Kepala MAN 3 Tapanuli Tengah Hj. Juraida Siregar, S.Ag., M.Pd., langsung turun ke lokasi untuk meninjau kondisi ruang Tata Usaha setelah air mulai surut. Beliau menyampaikan keprihatinan dan rasa sedih atas musibah ini terutama karena banyak dokumen penting madrasah yang ikut terendam dan basah. Menurutnya musibah ini terjadi sangat cepat dan tidak dapat diprediksi.

Menurut staf Tata Usaha Sri Masyuli air mulai memasuki ruangan sekitar pukul 10.30 pagi. Dalam hitungan menit ketinggian air mencapai hampir setengah meter. Derasnya arus membuat staf tidak sempat menyelamatkan seluruh dokumen. Beberapa arsip yang berada di bagian bawah lemari hanyut dan terendam dan sebagian lainnya rusak terkena air dan lumpur.

Setelah situasi dinilai aman pihak madrasah segera melakukan pembersihan bersama guru dan pegawai. Mereka bekerja bakti menguras air yang masih tersisa membersihkan lumpur serta menjemur dokumen yang masih bisa diselamatkan. Upaya ini dilakukan dengan penuh kehati-hatian untuk menjaga agar kerusakan dokumen tidak bertambah parah.

Kepala madrasah Hj. Juraida Siregar, menegaskan bahwa meskipun sejumlah berkas mengalami kerusakan pihaknya tetap melakukan pendataan ulang dan berkoordinasi untuk mengurus penggantian dokumen yang hilang atau tidak dapat lagi digunakan. Ia memastikan layanan administrasi madrasah tetap berjalan meski harus menyesuaikan kondisi darurat.

Beliau juga merencanakan langkah antisipatif agar kejadian serupa dapat diminimalisir di masa mendatang. Upaya seperti peninggian rak arsip penataan ulang ruang Tata Usaha  serta digitalisasi dokumen akan menjadi prioritas. Menurutnya modernisasi sistem penyimpanan dokumen sangat penting untuk melindungi arsip madrasah dari risiko bencana.

“Banjir ini turut memengaruhi aktivitas madrasah secara umum. Beberapa guru dan pegawai juga terdampak di rumah masing-masing sehingga koordinasi dilakukan secara bertahap. Meski demikian Juraida menegaskan bahwa kegiatan belajar mengajar akan tetap diupayakan berjalan dengan penyesuaian agar tidak mengganggu proses pendidikan peserta didik.

Di tengah kondisi sulit tersebut berbagai pihak menunjukkan kepedulian. Guru MAN 3 Tapanuli Tengah  membantu membersihkan area madrasah. Kehadiran dan bantuan mereka menjadi bukti kuatnya solidaritas sosial dalam menghadapi bencana.

Juraida juga mengingatkan seluruh warga madrasah untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat cuaca yang masih tidak menentu. Beliau menekankan bahwa keselamatan warga madrasah dan masyarakat harus menjadi prioritas utama sebelum memikirkan pemulihan sarana.

Meski menghadapi kerusakan yang tidak sedikit Juraida tetap optimis bahwa MAN 3 Tapanuli Tengah dapat pulih dalam waktu dekat. Dengan kerja sama, kesabaran dan semangat gotong royong  ia yakin seluruh aktivitas administrasi dan pembelajaran dapat kembali berjalan normal seperti sedia kala.(ms)