
Sorkam Barat (Humas) – Rabu, 28 Januari 2026 Guru Olahraga Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Tapanuli Tengah memberikan terobosan baru dalam pembelajarannya dengan tidak hanya fokus pada praktik fisik, tetapi juga mengajarkan materi Manajemen Pertandingan. Langkah ini diambil untuk memberikan pemahaman kepada siswa bahwa sebuah kompetisi olahraga yang sukses memerlukan perencanaan, pengorganisasian, dan pengawasan yang matang. Materi ini diharapkan dapat memperluas wawasan siswa mengenai industri olahraga secara menyeluruh.
Dalam penyampaiannya, Maulidi Hasyim, S.Pd., menjelaskan berbagai sistem turnamen, mulai dari sistem gugur (tunggal dan ganda) hingga sistem kompetisi penuh atau setengah kompetisi. Siswa diajarkan cara menyusun jadwal pertandingan yang adil, menentukan kriteria penilaian, hingga mengelola bagan pertandingan agar alur kompetisi berjalan sistematis. Pemahaman teknis ini dinilai penting agar siswa mampu menjadi motor penggerak jika kelak terlibat dalam kepanitiaan ajang olahraga di tingkat sekolah maupun masyarakat.
Pembelajaran dilakukan secara interaktif di mana siswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil untuk mensimulasikan peran sebagai panitia pelaksana (Organizing Committee). Setiap kelompok ditugaskan untuk menyusun proposal mini, menentukan regulasi pertandingan, serta mempraktikkan cara pengambilan keputusan saat terjadi sengketa dalam lapangan. Penggunaan simulasi ini bertujuan untuk mengasah kemampuan pemecahan masalah (problem solving) dan kerja sama tim yang menjadi inti dari manajemen sebuah ajang olahraga.
Pembelajaran ini mendapat respons positif dari para siswa yang merasa mendapatkan ilmu baru di luar teknik olah bola. “Ternyata mengatur sebuah turnamen itu tidak mudah. Dengan belajar manajemen pertandingan, kami jadi paham bagaimana cara membuat jadwal yang adil dan cara mengatasi kendala di lapangan. Ini sangat berguna bagi kami, apalagi kalau nanti dipercaya menjadi panitia Class Meeting di sekolah,” ujar Fadli siswa kelas X1 dengan antusias.
Kepala MAN 2 Tapanuli Tengah Muhammad Lutfi Siambaton sangat mengapresiasi inovasi pembelajaran ini karena dinilai sangat relevan dengan pengembangan soft skills siswa. Manajemen pertandingan bukan sekadar soal angka di papan skor, melainkan tentang kepemimpinan, disiplin, dan integritas. Dengan bekal teori ini, para siswa MAN 2 Tapanuli Tengah diharapkan tidak hanya menjadi atlet yang tangguh di lapangan, tetapi juga menjadi organisator yang andal di balik layar sebuah turnamen.
Sesi pembelajaran diakhiri dengan evaluasi bersama mengenai tantangan dalam mengelola sebuah pertandingan besar. Para siswa terlihat sangat antusias, terutama saat mencoba menyusun bagan pertandingan menggunakan data tim imajiner. Melalui pendekatan kurikulum yang aplikatif ini, MAN 2 Tapanuli Tengah terus berkomitmen melahirkan lulusan yang cerdas secara akademik dan terampil dalam mengelola berbagai kegiatan positif.