Sinergi Akademik dan Religi: MAN 2 Tapanuli Tengah Matangkan Persiapan UM dan Program Ramadhan 1447 H

Sorkam Barat (Humas) – Menjelang akhir tahun pelajaran bagi siswa tingkat akhir, MAN 2 Tapanuli Tengah menggelar rapat koordinasi strategis pada Senin, 9 Februari 2026. Pertemuan yang dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah H. Muhammad Lufti Siambaton, M.Pd., dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan dan tenaga pendidik guna membahas agenda besar pendidikan yang akan datang. Fokus utama rapat tertuju pada persiapan teknis Ujian Madrasah (UM) bagi siswa Kelas XII, yang menjadi tonggak penentu kelulusan mereka. Suasana ruang rapat penuh dengan semangat profesionalisme saat pimpinan menekankan pentingnya akurasi dan objektivitas dalam setiap tahapan persiapan evaluasi akhir ini.

Dalam rangkaian koordinasi tersebut, seluruh guru mata pelajaran secara resmi diinstruksikan untuk segera menyusun naskah soal ujian yang berkualitas dengan standar teknis yang telah ditetapkan yang selaras dengan kurikulum yang diajarkan. “Tahun ini, kita menetapkan komposisi soal sebanyak 30 butir untuk mata pelajaran eksak dan 35 butir untuk mata pelajaran non-eksak. Seluruh rangkaian ujian akan dilaksanakan menggunakan sistem ujian online, sehingga akurasi input data soal ke dalam aplikasi menjadi prioritas utama para guru,” ujar Lufti selaku kepala madrasah. Para pendidik pun diingatkan untuk merampungkan draf soal tepat waktu agar bisa diupload langsung oleh tim koordinator ujian.

Tak hanya urusan kognitif, rapat ini juga meluas pada pembahasan persiapan Kegiatan Pembelajaran Ramadhan 1447 H. “Bulan suci bukan merupakan alasan untuk menurunkan ritme pendidikan, melainkan momentum untuk mentransformasi metode pembelajaran menjadi lebih bermakna. Dalam pelaksanaannya nanti, kegiatan pembelajaran akan difokuskan pada penguatan literasi religi melalui pelaksanaan tadarus Al-Qur’an secara berjamaah dan program intensif pendalaman tiga bahasa, yakni bahasa Indonesia, Arab, dan Inggris.” ujar Mustofa Yusuf Hasibuan WKM Kurikulum.

Agenda yang tak kalah krusial dalam rapat tersebut adalah pemantapan teknis pelaksanaan Safari Ramadhan. Program ini dirancang sebagai bentuk syiar madrasah sekaligus pengabdian nyata kepada masyarakat luas di Kabupaten Tapanuli Tengah. Kepala MAN 2 Tapanuli Tengah mulai memetakan rute kunjungan dan membentuk tim khusus yang melibatkan kolaborasi antara guru pendamping serta siswa terpilih. “Safari Ramadhan bukan sekadar kunjungan biasa, ini adalah panggung bagi siswa untuk melatih mental dakwah dan retorika mereka di depan umat. Kita ingin kehadiran MAN 2 Tapanuli Tengah dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat sekitar,” ujar beliau.

Rapat koordinasi ini diakhiri dengan kesepakatan kolektif untuk menjalankan seluruh program secara beriringan dan harmonis. Dengan persiapan soal ujian yang matang serta agenda Ramadhan yang terstruktur, MAN 2 Tapanuli Tengah optimis dapat mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara spiritual. Semangat gotong royong antar pendidik menjadi kunci utama agar seluruh target akademik dan kegiatan syiar agama di tahun 2026 ini dapat terlaksana dengan sukses dan memberikan dampak positif bagi kemajuan madrasah ke depannya.