
Sorkam Barat (Humas) – Kamis, 26/02/26 Memasuki bulan suci Ramadan, Kepala MAN 2 Tapanuli Tengah H. Muhammad Lufti Siambaton, M.Pd., memberikan arahan dan bimbingan khusus kepada seluruh siswa di lapangan madrasah. Dalam arahannya, Beliau menekankan pentingnya menjaga stamina dan niat agar anak-anak didik tetap bersemangat menjalankan ibadah puasa meskipun harus tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar. Beliau mengingatkan bahwa puasa bukanlah alasan untuk bermalas-malasan, melainkan momentum untuk menunjukkan dedikasi dan kedisiplinan sebagai seorang pelajar muslim yang tangguh.
Lebih lanjut, Kepala Madrasah mengajak para siswa untuk menjadikan Ramadan sebagai ajang bakti kepada orang tua. Beliau berpesan agar selepas pulang sekolah, para siswa tidak hanya menghabiskan waktu untuk bermain atau beristirahat, tetapi aktif membantu pekerjaan orang tua di rumah. “Jadikan tangan-tangan kalian ringan untuk membantu ibu dan ayah. Nilai seorang siswa madrasah terpancar dari bagaimana ia memuliakan orang tuanya, terutama di bulan yang penuh berkah ini,” ujar Beliau dalam bimbingannya.
Dalam aspek spiritual, Beliau mendorong seluruh warga madrasah untuk menjadikan puasa tahun ini sebagai ladang menuai pahala yang maksimal. Salah satu amalan ringan namun berbobot besar yang sangat ditekankan adalah memperbanyak membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Dengan bershalawat, diharapkan suasana batin siswa menjadi lebih tenang, fokus belajar tetap terjaga, dan keberkahan menyelimuti setiap langkah mereka selama menjalankan ibadah di bulan suci.
Selain itu, Kepala MAN 2 Tapanuli Tengah memberikan peringatan keras agar para siswa menjaga diri dari pengaruh lingkungan yang tidak baik. Di tengah waktu luang saat berpuasa, siswa diminta bijak dalam bergaul dan menghindari aktivitas negatif seperti balap liar, tawuran, atau sekadar nongkrong yang tidak bermanfaat. Beliau berharap siswa mampu menjadi filter bagi diri sendiri dan menjaga nama baik madrasah dengan tetap berada di lingkungan yang positif dan mendukung peningkatan iman.
Sebagai penutup bimbingannya, Beliau berharap Ramadan kali ini menjadi transformatif bagi karakter siswa. Dengan perpaduan antara etos kerja sekolah yang kuat, bakti di rumah, serta benteng spiritual yang kokoh, siswa MAN 2 Tapanuli Tengah diharapkan lulus dari “madrasah Ramadan” sebagai pribadi yang lebih bertakwa. “Mari kita penuhi hari-hari kita dengan prestasi dan pahala, sehingga saat Idul Fitri tiba, kita benar-benar meraih kemenangan yang hakiki,” pungkasnya di hadapan ratusan siswa yang menyimak dengan antusias.