
Pandan (Humas) – MAN 3 Tapanuli Tengah menjadikan Salat Duha sebagai salah satu program pembiasaan ibadah dalam rangka membentuk karakter religius peserta didik khususnya selama bulan suci Ramadan. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin sebelum proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dimulai,Selasa(3/3).
Pelaksanaan Salat Duha diikuti oleh seluruh peserta didik, guru dan tenaga kependidikan dengan penuh khidmat. Suasana religius begitu terasa ketika lantunan doa dan dzikir dipanjatkan bersama sebagai bentuk penguatan spiritual di pagi hari.
Kepala MAN 3 Tapanuli Tengah Hj. Juraida Siregar, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa pembiasaan Salat Duha bukan hanya sebatas rutinitas, tetapi bagian dari strategi pembinaan karakter. Pendidikan di madrasah tidak hanya berfokus pada aspek akademik melainkan juga pada pembentukan akhlak dan kepribadian.
“Melalui Salat Duha kita ingin menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab serta kesadaran spiritual kepada peserta didik. Inilah pondasi penting dalam membentuk generasi yang beriman dan berakhlak mulia,” ujar beliau.
Beliau juga menegaskan bahwa Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat pembiasaan ibadah. Dengan suasana bulan suci yang penuh berkah peserta didik diharapkan semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbaiki diri.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas Asradewita turut menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan terpadu yang dilaksanakan selama Ramadan. Pembiasaan ibadah yang konsisten akan memberikan dampak positif terhadap sikap dan perilaku peserta didik di lingkungan madrasah maupun di luar madrasah.
Ia menambahkan bahwa Salat Duha tidak hanya melatih kedisiplinan waktu tetapi juga membangun kebersamaan serta memperkuat ukhuwah di antara peserta didik. Kebersamaan dalam ibadah menjadi sarana efektif untuk menanamkan nilai toleransi, kepedulian dan saling menghargai.
“Kami berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut secara berkesinambungan sehingga menjadi budaya positif di MAN 3 Tapanuli Tengah. Dengan demikian karakter religius peserta didik dapat terbentuk secara konsisten dan berkelanjutan,” ungkap Asradewita.
Selain itu para guru turut berperan aktif dalam membimbing dan memberikan keteladanan. Kehadiran guru dalam setiap pelaksanaan ibadah menjadi contoh nyata pentingnya konsistensi dalam menjalankan nilai-nilai keagamaan.
Kepala Madrasah mengatakan bahwa pembiasaan seperti ini diharapkan dapat terus berlanjut tidak hanya di bulan Ramadan tetapi juga pada bulan-bulan berikutnya. Dengan demikian nilai-nilai spiritual dapat tertanam kuat dalam kehidupan sehari-hari peserta didik.
Ia juga berharap kegiatan ini mampu membentuk mental yang lebih tenang dan fokus sehingga berdampak positif terhadap semangat belajar dan prestasi akademik. Melalui program Salat Duha yang terintegrasi dalam KBM Ramadan MAN 3 Tapanuli Tengah menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan berkarakter Islami.(ms)