
Tapanuli Tengah (Humas) – Kegiatan Safari Ramadhan menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi serta memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan Safari Ramadhan yang dilaksanakan di masjid Assyura Desa Tapian Nauli I Pargadungan yang dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kab. Tapanuli Tengah, Kasubag Tata Usaha Kementerian Agama (KTU Kemenag) Kab. Tapanuli Tengah dan Tim Safari Ramadhan Kemenag Tapteng, tokoh masyarakat, pengurus masjid, serta jamaah dari berbagai kalangan.11/03/2026
Rombongan Safari Ramadhan disambut hangat oleh pengurus masjid dan masyarakat. Kegiatan diawali dengan pelaksanaan salat Isya dan Tarawih berjamaah yang diikuti oleh para jamaah dengan penuh khidmat.
Dalam sambutannya, Kakan Kemenag, Awaluddin Habibi Siregar menyampaikan bahwa kegiatan Safari Ramadhan merupakan salah satu upaya untuk mempererat hubungan silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat serta memperkuat ukhuwah Islamiyah di bulan suci Ramadhan.
“Kegiatan Safari Ramadhan ini menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan dan meningkatkan keimanan kita kepada Allah SWT. Melalui kegiatan ini kita dapat saling bersilaturahmi serta memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat,” ujarnya.
Acara dilanjutkan dengan mengisi tausiyah, yang menyampaikan tausiyah pada kesempatan ini Kepala KUA Kecamatan Pandan, Liberny menyampaikan tausiyahnya tentang keutamaan malam Lailatul Qadar yang terdapat pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan. Ia mengajak jamaah untuk memperbanyak ibadah seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan memperbanyak doa agar dapat meraih keberkahan malam yang lebih baik dari seribu bulan tersebut. “Bulan Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi waktu yang tepat untuk memperbaiki diri, memperbanyak ibadah, serta menjaga hubungan baik antar sesama,” ujarnya.
Kemudian dilanjutkan dengan menjelaskan bahwa orang-orang yang mendapatkan malam Lailatul Qadar biasanya menunjukkan beberapa ciri, di antaranya memiliki hati yang lebih tenang, semakin semangat dalam beribadah, serta muncul rasa keikhlasan dan kedekatan kepada Allah SWT. Selain itu, mereka juga terdorong untuk memperbanyak amal kebaikan dan memperbaiki hubungan dengan sesama manusia.
Ia juga menyampaikan beberapa tanda atau ciri malam Lailatul Qadar, yaitu suasana malam yang terasa sangat tenang dan damai, udara yang tidak terlalu panas maupun terlalu dingin, serta pada pagi harinya matahari terbit dengan cahaya yang lembut dan tidak menyilaukan.
“Karena itu mari kita manfaatkan sepuluh malam terakhir Ramadhan dengan memperbanyak ibadah dan doa agar kita termasuk orang-orang yang mendapatkan keutamaan malam Lailatul Qadar,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyaluran zakat dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Tengah kepada fakir miskin sebanyak 100 orang. Adapun bingkisan yang diberikan berupa paket sembako dan uang tunai Seratus Ribu Rupiah perjiwa. Dengan ditambah pemberian santunan kepada anak yatim 30 orang, santunan ini merupakan sedekah dari keluarga Kakan Kemenag Tapteng.

Penyaluran zakat ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen ASN untuk berbagi kepada sesama, khususnya di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah.
Melalui penyaluran zakat tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.
Pengurus masjid menyampaikan apresiasi atas kunjungan rombongan Safari Ramadhan yang telah meluangkan waktu untuk bersilaturahmi dengan jamaah sekaligus menyalurkan bantuan kepada masyarakat.
Dengan adanya kegiatan Safari Ramadhan yang dirangkaikan dengan penyaluran zakat ASN ini, diharapkan nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan semangat gotong royong dapat terus terjaga sehingga tercipta masyarakat yang harmonis dan penuh keberkahan di bulan suci Ramadhan.