
Pandan (Humas). Di balik suara merdu lantunan ayat suci Al-Qur’an tersimpan kisah perjuangan seorang peserta didik berprestasi dari MAN 3 Tapanuli Tengah Ummi Salkya Zega. Ia membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita, melainkan menjadi kekuatan untuk terus melangkah menuju masa depan,Sabtu(18/4).
Ummi lahir dan tumbuh dalam keluarga sederhana. Ayahnya bekerja sebagai tukang pangkas rambut sementara ibunya adalah ibu rumah tangga. Sebagai anak ketiga dari empat bersaudara ia hidup dalam kondisi yang penuh keterbatasan terlebih dua kakaknya sedang menempuh pendidikan di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara sementara adiknya masih duduk di bangku sekolah dasar.
Cobaan berat datang ketika banjir bandang melanda daerah tempat tinggalnya pada 25 November 2025. Musibah tersebut berdampak besar terhadap perekonomian keluarga. Penghasilan ayahnya sebagai satu-satunya pencari nafkah menurun drastis. Namun keadaan itu tidak membuat Ummi menyerah. Ia justru semakin menguatkan tekad untuk tetap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Sejak kecil Ummi telah memiliki cita-cita besar untuk mengangkat derajat kedua orang tuanya. Ia percaya bahwa pendidikan adalah kunci utama untuk mengubah masa depan. Dengan semangat yang tinggi ia terus berusaha mencari jalan agar impiannya dapat terwujud.
Bakat tilawah yang dimilikinya menjadi salah satu jalan perjuangan. Sepulang sekolah Ummi memanfaatkan waktunya untuk mengajar mengaji anak-anak di sekitar rumah. Dari kegiatan tersebut ia tidak hanya berbagi ilmu tetapi juga membantu meringankan beban ekonomi keluarga.
Selain itu Ummi juga aktif mengikuti berbagai perlombaan seperti lomba tilawah dan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI). Kerja kerasnya membuahkan hasil yang membanggakan. Ia berhasil meraih juara pada lomba tilawah tingkat kabupaten hingga nasional serta meraih juara 2 OMI bidang ekonomi tingkat kabupaten.
Perjuangan panjang itu akhirnya membuahkan hasil saat ia duduk di bangku kelas XII. Ummi mengikuti jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Berkat konsistensi prestasi dan kerja kerasnya, ia dinyatakan lulus di Universitas Negeri Medan pada jurusan Matematika melalui jalur SNBP. Selain itu ia juga lulus melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN) di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara pada jurusan Pendidikan Matematika.
Keberhasilan lolos SNBP menjadi titik penting dalam perjalanan Ummi. Jalur ini menjadi bukti nyata bahwa prestasi yang ia bangun selama ini khususnya melalui tilawah dan berbagai kompetisi mampu mengantarkannya ke perguruan tinggi negeri tanpa harus melalui tes tertulis.
Meski berhasil meraih dua kesempatan emas tersebut Ummi tetap dihadapkan pada keterbatasan ekonomi. Dengan penuh harap ia mengajukan diri untuk mendapatkan beasiswa KIP-K atau bantuan pendidikan lainnya agar dapat melanjutkan studinya tanpa membebani orang tua.
Kepala MAN 3 Tapanuli Tengah Hj. Juraida Siregar, S.Ag., turut memberikan apresiasi atas capaian yang diraih Ummi. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan bukti nyata dari ketekunan, kerja keras dan semangat pantang menyerah yang dimiliki peserta didik.
“Ummi Salkya Zega adalah contoh nyata bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi. Kelulusan melalui SNBP ini menunjukkan bahwa madrasah mampu melahirkan peserta didik yang unggul tidak hanya dalam bidang akademik tetapi juga dalam bidang keagamaan,” ungkap beliau.
Lebih lanjut Kepala Madrasah berharap prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh peserta didik lainnya untuk terus berusaha dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan.
Di akhir kisahnya Ummi menyampaikan rasa terima kasih kepada keluarga besar MAN 3 Tapanuli Tengah, kedua orang tua serta teman-teman yang telah memberikan dukungan dan motivasi. Ia berharap perjuangannya dapat membanggakan keluarga dan mengharumkan nama madrasah.
Kisah Ummi Salkya Zega menjadi bukti bahwa dengan tekad yang kuat, kerja keras dan doa, setiap mimpi dapat diwujudkan. Tilawah bukan hanya menjadi bakat tetapi juga jalan perjuangan yang mengantarkannya lolos SNBP dan membuka gerbang menuju masa depan yang lebih cerah.(ms)