
Tapanuli Tengah (Humas) – Suasana haru menyelimuti aula masjid Al-Huda Kelurahan Hutanabolon Kecamatan Tukka pada Senin malam. Satu per satu warga yang telah terdata sebagai mustahik melangkah tertib, menyalami panitia, lalu menerima amplop berisi zakat profesi. Beberapa di antaranya menundukkan kepala, menyeka air mata, dan memanjatkan doa lirih penuh syukur.
Penyaluran Zakat Profesi yang dihimpun dari para Aparatur Sipil Negara Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Tengah tersebut berlangsung dengan penuh khidmat. Penerima zakat ASN yang berlokasi di Masjid Al-Huda Kelurahan Hutanabolon sebanyak 100 orang Mustahiq. Sebanyak 100 orang mustahiq untuk menerima zakat ASN yang diberikan perorangnya menerima Rp. 250.000. Kakan Kemenag beserta keluarga juga memberikan santunan kepada anak yatim sebanyak 30 orang. Anak yatim yang menerima santunan sebanyak 30 orang, perorang menerima santunan Rp. 100.000.
Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Tengah, H. Awaluddin Habibi Siregar, S.Ag.,M.A, yang memberikan apresiasi atas komitmen para muzaki dalam menunaikan kewajibannya.
Dalam sambutannya, Kakan Kemenag Awaluddin Habibi Siregar menyampaikan bahwa zakat profesi memiliki peran strategis dalam memperkuat kesejahteraan umat. “Zakat bukan hanya bentuk ketaatan kepada Allah SWT, tetapi juga instrumen sosial yang mampu mengurangi kesenjangan dan menumbuhkan kepedulian. Apa yang kita salurkan hari ini adalah titipan yang harus dikelola dengan amanah,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya transparansi dan ketepatan sasaran dalam pendistribusian zakat agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh mereka yang berhak menerima. Menurutnya, kolaborasi antara lembaga, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program zakat profesi.
Di antara antrean penerima, tampak seorang ibu yang datang bersama anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengaku bantuan tersebut akan digunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari. “Alhamdulillah, sangat membantu. Semoga Allah membalas kebaikan para pemberi zakat,” tuturnya pelan.

Momen penyerahan zakat tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan pertemuan doa dan harapan. Para penerima membawa pulang lebih dari sekedar bantuan materi, mereka membawa keyakinan bahwa masih banyak tangan yang peduli.
Melalui penyaluran zakat profesi ini, semangat berbagi diharapkan terus tumbuh dan mengakar di tengah masyarakat. Di balik setiap amplop yang diterima, tersimpan doa tulus dan harapan akan hari esok yang lebih baik.