Siswa MAN 2 Tapanuli Tengah Jadi Khatib Jumat di Masjid Taqwa Bottot, Sampaikan Keutamaan Shalat

Sorkam Barat (Humas) – MAN 2 Tapanuli Tengah kembali menunjukkan kualitas pembinaan karakter dan religiusitas siswanya di tengah masyarakat. Pada hari Jumat ini, salah seorang siswa madrasah “Ariq” dipercaya menjadi khatib sekaligus imam shalat Jumat di Masjid Taqwa Bottot. Penampilan siswa tersebut merupakan bagian dari program praktik lapangan untuk melatih kemandirian serta keberanian siswa dalam mensyiarkan ajaran Islam secara langsung di hadapan jamaah. Jumat, 08/05/26

Dalam khotbahnya, Ariq mengawali dengan puji-pujian kepada Allah Swt. dan shalawat kepada Nabi Muhammad saw. Ia mengajak seluruh jamaah yang hadir untuk senantiasa meningkatkan kualitas ketakwaan kepada Allah Swt. dengan sebenar-benarnya takwa. Mengutip Surah Ali Imran ayat 102, ia mengingatkan agar setiap Muslim berusaha menjaga keimanannya hingga akhir hayat agar senantiasa dalam keadaan berserah diri kepada Sang Pencipta.

Tema utama yang diangkat dalam khotbah tersebut adalah mengenai urgensi shalat lima waktu sebagai tiang agama. Khatib muda ini menjelaskan bahwa shalat merupakan rukun Islam kedua yang menjadi pembeda antara seorang Muslim dengan yang lainnya. Ia menekankan bahwa shalat fardu yang terdiri dari Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, dan Isya adalah kewajiban mutlak bagi setiap umat Islam yang telah mukallaf atau dewasa secara syariat.

Lebih lanjut, ia memberikan peringatan keras berdasarkan Surah Al-Ma’un ayat 4-5 mengenai ancaman bagi mereka yang melalaikan shalat. Menurutnya, shalat bukan sekadar rutinitas fisik, melainkan bentuk pengabdian yang akan menjauhkan hamba dari siksaan yang pedih. Penjelasan yang lugas dan penuh penghayatan ini membuat suasana di dalam Masjid Taqwa Bottot terasa sangat khidmat, di mana para jamaah tampak menyimak pesan-pesan yang disampaikan dengan seksama.

Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai sarana aktualisasi diri bagi siswa-siswi MAN 2 Tapanuli Tengah. Selain sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, keterlibatan siswa sebagai khatib jumat menjadi bukti nyata bahwa madrasah berhasil mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menjadi pemimpin umat di masa depan. Masyarakat sekitar pun menyambut positif kehadiran siswa madrasah yang aktif berkontribusi dalam kegiatan keagamaan di lingkungan mereka.