
Sorkam barat – Siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Tapanuli Tengah sukses menunjukkan bakat luar biasa dalam ajang bergengsi Festival Maritim Sorkam bertajuk “Jejak Budaya di Pesisir Tapanuli”. Dalam acara yang merayakan kekayaan tradisi lokal tersebut, delegasi madrasah tampil memukau saat membawakan dua tarian ikonik, yakni Tari Sicerek-Cerek dan Tor-Tor Batak. Penampilan ini menjadi salah satu daya tarik utama yang berhasil menarik perhatian ratusan pasang mata pengunjung di sepanjang pesisir. Sabtu, 09/05/26
Keberhasilan penampilan ini tidak lepas dari peran tangan dingin guru Seni Budaya MAN 2 Tapanuli Tengah Erita Mandasari Tanjung, S.Pd., yang bertindak sebagai pembina teknis. Melalui proses latihan yang intensif dan disiplin tinggi, sang guru berhasil memoles kemampuan gerak serta penghayatan para siswa sehingga mampu menampilkan harmonisasi budaya yang autentik. Pembinaan ini tidak hanya fokus pada teknik menari, tetapi juga penanaman nilai-nilai sejarah di balik setiap gerakan yang dibawakan.
Tari Sicerek-Cerek yang ditampilkan dengan lincah menggambarkan keceriaan dan kearifan lokal masyarakat pesisir, sementara Tor-Tor Batak dibawakan dengan penuh khidmat sebagai simbol kehormatan dan jati diri suku Batak. Perpaduan dua tarian ini menunjukkan keberagaman identitas budaya yang ada di Tapanuli Tengah. Para siswa tampil percaya diri dengan kostum tradisional yang lengkap, menambah estetika dan kemegahan panggung di tepi laut Sorkam tersebut.
Kepala MAN 2 Tapanuli Tengah, Muhammad Lufti Siambaton memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim seni budaya atas pencapaian ini. Beliau menyampaikan bahwa keikutsertaan siswa dalam festival setingkat daerah seperti ini merupakan bentuk nyata implementasi kurikulum yang mendukung pengembangan bakat minat siswa di luar bidang akademik. Prestasi ini juga diharapkan menjadi motivasi bagi siswa lain untuk terus mencintai dan melestarikan warisan budaya leluhur agar tidak lekang oleh zaman.
Partisipasi dalam Festival Maritim Sorkam ini sekaligus mempertegas eksistensi MAN 2 Tapanuli Tengah sebagai lembaga pendidikan yang peduli terhadap pelestarian kearifan lokal. Dengan suksesnya penampilan Tari Sicerek-Cerek dan Tor-Tor ini, madrasah berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan ekstrakurikuler seni budaya. Diharapkan, para siswa tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kebanggaan besar terhadap identitas budaya pesisir Tapanuli yang kaya dan unik.