MAN 2 Tapanuli Tengah Gelar Upacara Bendera, Pembina Tekankan Pentingnya Integritas dan Kejujuran Siswa

Sorkam Barat (Humas) – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Tapanuli Tengah kembali melaksanakan kegiatan upacara bendera mingguan yang diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan staf pegawai dengan khidmat di lapangan utama madrasah. Upacara yang berlangsung tertib ini bukan sekadar rutinitas formalitas, melainkan menjadi wadah efektif bagi pihak madrasah untuk memberikan pembinaan mental, evaluasi kedisiplinan, serta penanaman nilai-nilai karakter mulia langsung kepada para peserta didik sebelum memulai aktivitas pembelajaran sepekan ke depan. Senin, 18 Mei 2026

Dalam amanatnya Siti Aminah Lubis, menyampaikan pesan mendalam mengenai pondasi karakter yang harus dimiliki oleh setiap generasi muda. Beliau menegaskan bahwa kecerdasan intelektual dan keterampilan praktis tidak akan memiliki nilai jika tidak dibarengi dengan moralitas yang luhur. Menurutnya, kekurangan dalam hal akademik dan kecakapan sangat mudah untuk diatasi, berbeda halnya dengan krisis moral seperti hilangnya rasa jujur dalam diri seorang manusia.

“Anak-anakku sekalian, kurang cerdas bisa diperbaiki dengan belajar. Kurang cakap bisa dihilangkan dengan pengalaman. Tapi kalau kurang jujur, tidak ada obatnya, ibarat seperti apotik yang sudah tutup. Jadi, kejujuran ini adalah hal yang sangat penting dan fundamental bagi masa depan kalian,” tegas Pembina Upacara di hadapan ratusan siswa.

Lebih lanjut, Aminah mengingatkan bahwa kepintaran tanpa integritas hanya akan membawa dampak buruk bagi diri sendiri dan masyarakat luas. Beliau memberikan contoh riil mengenai fenomena sosial saat ini, di mana banyak orang berpendidikan tinggi justru terjerat kasus hukum karena mengabaikan nilai kejujuran. Hal ini menjadi peringatan keras bagi para siswa agar tidak hanya mengejar nilai akademik semata, melainkan juga menjaga kebersihan hati dan perilaku.

“Kamu cerdas, kamu cakap, tapi kalau tidak jujur tidak ada gunanya. Kita bisa lihat bersama, saat ini banyak sekali kasus korupsi terjadi di sekitar kita. Mereka yang terlibat bukan orang-orang yang tidak cerdas, bukan orang yang tidak terampil, mereka sangat pintar. Hanya saja, mereka adalah orang-orang yang tidak jujur. Perlu kalian ketahui, jujur itu ada dua kategori yang harus dijalankan, yaitu jujur pada diri sendiri dan jujur kepada orang lain,” pungkasnya mengakhiri amanat.