
Pandan (Humas). Murid MAN 3 Tapanuli Tengah menunjukkan kreativitas melalui kegiatan pembelajaran Prakarya dengan memanfaatkan bahan sederhana berupa kawat bulu. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada murid untuk menuangkan ide dan imajinasi melalui sebuah karya. Dengan bahan yang mudah dibentuk murid diarahkan untuk menghasilkan prakarya sesuai dengan kreativitas masing-masing. Kegiatan ini juga menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan karena murid tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori tetapi juga terlibat langsung dalam proses menciptakan sebuah karya,Jumat(11/9).
Dalam kegiatan tersebut murid diperkenalkan pada cara memanfaatkan kawat bulu sebagai bahan utama pembuatan prakarya. Kawat bulu memiliki tekstur yang lentur sehingga dapat dibentuk menjadi berbagai macam kreasi sesuai dengan ide yang dikembangkan. Melalui praktik secara langsung murid belajar mengenali karakteristik bahan sekaligus memahami teknik dasar dalam membentuk dan merangkainya. Proses tersebut mendorong murid untuk lebih berani mencoba berbagai bentuk dan mengembangkan gagasan kreatif. Pembelajaran pun berlangsung lebih aktif karena murid terlibat langsung sejak tahap persiapan hingga penyelesaian karya.
Guru Prakarya MAN 3 Tapanuli Tengah Yustina Harefa dalam kegiatan tersebut memberikan arahan kepada murid mengenai tahapan pembuatan prakarya menggunakan kawat bulu. Ia menjelaskan bahwa kegiatan praktik seperti ini penting untuk melatih kreativitas sekaligus keterampilan murid dalam mengolah bahan sederhana menjadi sesuatu yang memiliki nilai estetika. Murid diarahkan untuk memperhatikan bentuk, kerapian serta perpaduan warna dalam menghasilkan karya. Yustina juga memberikan kesempatan kepada murid untuk mengembangkan desain berdasarkan ide mereka sendiri. Dengan demikian pembelajaran tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga pada proses dan pengalaman yang diperoleh murid.
Menurut Yustina Harefa pembelajaran Prakarya dapat menjadi sarana bagi murid untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif dan keterampilan motorik. Ketika membuat sebuah karya murid dituntut untuk menentukan bentuk memilih bahan menyusun bagian-bagian karya serta menyelesaikan setiap tahapan dengan teliti. Proses tersebut secara tidak langsung melatih kesabaran, ketelitian dan kemampuan memecahkan masalah ketika menemukan kesulitan. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat membuat murid semakin percaya diri dalam menuangkan ide. Selain itu murid diharapkan mampu melihat bahwa bahan sederhana di sekitar mereka dapat dimanfaatkan menjadi karya yang menarik.
Salah satu murid yang mengikuti kegiatan tersebut Salman Al Farizi tampak antusias mengikuti proses pembuatan prakarya dari kawat bulu. Salman mengikuti arahan guru mulai dari menyiapkan bahan, menentukan bentuk hingga merangkai kawat bulu menjadi sebuah karya. Ia juga mencoba mengembangkan bentuk sesuai dengan ide yang dimilikinya sehingga menghasilkan prakarya yang dibuat melalui proses kreatif secara mandiri. Kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru bagi Salman dalam mengolah bahan sederhana menjadi sebuah karya. Ia terlihat menikmati setiap tahapan pembelajaran dan berusaha menyelesaikan karyanya dengan sebaik mungkin.
Salman Al Farizi mengungkapkan bahwa kegiatan membuat prakarya dari kawat bulu menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus menantang. Bahan yang terlihat sederhana ternyata dapat dibentuk menjadi berbagai macam kreasi apabila dilakukan dengan ketelitian dan kreativitas. Ia merasa tertarik karena dapat membuat karya secara langsung sesuai dengan gagasan yang dimiliki. Selain menambah keterampilan, kegiatan tersebut juga membuat proses pembelajaran menjadi lebih menarik. Salman berharap kegiatan praktik seperti ini dapat terus dilakukan sehingga murid memiliki lebih banyak kesempatan untuk menghasilkan karya kreatif.
Dalam proses pembuatannya murid tidak hanya dituntut untuk menghasilkan karya yang menarik tetapi juga memperhatikan kerapian dan ketepatan dalam membentuk kawat bulu. Setiap bagian perlu dirangkai dengan hati-hati agar bentuk yang dihasilkan sesuai dengan rancangan yang telah dibuat. Apabila terjadi kesalahan dalam proses pembentukan murid belajar memperbaikinya dan mencoba kembali hingga mendapatkan hasil yang diinginkan. Tahapan tersebut menjadi bagian penting dalam pembelajaran karena mengajarkan murid untuk tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan. Sikap tekun dan teliti pun berkembang seiring dengan proses pembuatan karya.
Kegiatan praktik tersebut juga memberikan ruang bagi murid untuk saling bertukar ide dan melihat berbagai hasil karya yang dihasilkan oleh teman-temannya. Perbedaan ide dan bentuk karya menunjukkan bahwa setiap murid memiliki cara tersendiri dalam menuangkan kreativitas. Hal ini menciptakan suasana pembelajaran yang lebih dinamis dan mendorong murid untuk menghargai hasil karya orang lain. Guru juga dapat memberikan apresiasi sekaligus masukan terhadap karya yang dibuat. Dengan suasana belajar yang positif murid semakin terdorong untuk berani bereksperimen dan menghasilkan karya yang lebih baik.
Melalui kegiatan pembelajaran Prakarya dengan memanfaatkan kawat bulu MAN 3 Tapanuli Tengah berupaya memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga keterampilan. Pemanfaatan bahan sederhana menjadi karya kreatif menunjukkan bahwa proses pembelajaran dapat dikembangkan melalui berbagai aktivitas yang dekat dengan kehidupan murid. Kegiatan tersebut sekaligus melatih kemampuan kreativitas, ketelitian, kesabaran dan kemandirian. Guru memiliki peran penting dalam memberikan arahan, sementara murid diberikan ruang untuk mengeksplorasi ide dan kemampuannya. Dengan demikian pembelajaran menjadi lebih bermakna dan menyenangkan.
Kegiatan pembuatan prakarya dari kawat bulu diharapkan dapat terus mendorong murid MAN 3 Tapanuli Tengah untuk berani berkarya dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Kreativitas yang diasah melalui kegiatan sederhana dapat menjadi bekal bagi murid untuk menghasilkan berbagai karya inovatif di masa mendatang. Guru Prakarya Yustina Harefa terus mendorong murid agar tidak takut mencoba hal baru serta mampu memanfaatkan bahan yang tersedia secara kreatif. Sementara itu pengalaman yang diperoleh Salman Al Farizi dan murid lainnya menjadi bagian dari proses pembelajaran yang dapat menumbuhkan rasa percaya diri dalam berkarya. Melalui kegiatan tersebut MAN 3 Tapanuli Tengah terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang kreatif, aktif dan mampu mengembangkan potensi murid.(ms)