
Pinangsori (Humas), MTsN 2 Tapanuli Tengah menggelar Rapat Pembinaan dan Evaluasi Guru serta Pegawai pada Kamis (10/9/2026) di ruang Lab MTsN 2 Tapanuli Tengah. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah MTsN 2 Tapanuli Tengah, H. Kawati, S.Pd sebagai upaya memperkuat kedisiplinan, meningkatkan kinerja, dan memastikan kualitas layanan pendidikan kepada peserta didik serta Masyarakat. Rapat dihadiri Kepala Tata Usaha, Lahmuddin Nasution para wakil kepala madrasah, koordinator, guru, dan tenaga kependidikan.
Dalam arahan, Hj.Kawati.S.Pd menegaskan bahwa seluruh guru dan pegawai memiliki tanggung jawab bersama untuk memberikan pelayanan pendidikan yang profesional, berkualitas, dan berorientasi pada kepentingan peserta didik. Karena itu, kedisiplinan dan komitmen dalam menjalankan tugas harus terus ditingkatkan.
“Kinerja yang baik harus dibarengi dengan disiplin yang kuat, pelayanan yang prima, serta kepatuhan terhadap standar operasional prosedur yang telah ditetapkan. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap madrasah,” ujar Kawati
Selain mengevaluasi pelaksanaan tugas dan program kerja yang telah berjalan, rapat juga menjadi forum untuk memperkuat implementasi budaya madrasah yang menjadi program unggulan MTsN 2 Tapanuli Tengah, yaitu Madrasah Ramah Anak, Madrasah Literasi, Madrasah Sehat, Madrasah Digitalisasi, dan Madrasah Zona Integritas.
Menurut Kawati budaya tersebut tidak hanya menjadi program administratif, tetapi harus tercermin dalam perilaku dan budaya kerja seluruh warga madrasah. Dengan demikian, lingkungan belajar yang aman, nyaman, sehat, berkarakter, dan berintegritas dapat terus terwujud.
Pada kesempatan tersebut, peserta rapat juga melakukan evaluasi terhadap berbagai aspek pelaksanaan tugas, termasuk efektivitas layanan administrasi, pelaksanaan pembelajaran, pengelolaan lingkungan madrasah, serta pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung proses pendidikan.
Sementara itu, Kepala Tata Usaha Lahmuddin Nasution, S.PdI menambahkan pentingnya menjaga integritas dan kejujuran dalam bekerja sebagai fondasi utama dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab di lingkungan madrasah. Menurutnya, setiap guru dan pegawai harus mampu menjadi teladan dalam menerapkan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, serta profesionalisme dalam memberikan pelayanan kepada peserta didik maupun masyarakat.
“Integritas bukan hanya tentang kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga komitmen untuk bekerja secara jujur, transparan, dan bertanggung jawab. Dengan integritas yang kuat, kepercayaan masyarakat terhadap madrasah akan semakin meningkat,” ujarnya.
Lahmuddin juga mengingatkan seluruh guru dan tenaga kependidikan agar senantiasa menjaga etika kerja, memanfaatkan waktu secara efektif, serta menghindari segala bentuk pelanggaran yang dapat mencederai citra dan nama baik madrasah. Ia berharap budaya kerja yang berlandaskan integritas dapat terus tumbuh dan menjadi karakter bersama dalam mendukung terwujudnya MTsN 2 Tapanuli Tengah sebagai madrasah yang unggul, profesional, dan berzona integritas.(AW)