
Pandan (Humas) – Dalam rangka meningkatkan kualitas ibadah peserta didik di bulan suci Ramadan MAN 3 Tapanuli Tengah menggelar pembelajaran praktik wudhu pada Senin (2/3). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari penguatan materi fikih agar peserta didik tidak hanya memahami teori tetapi juga mampu mempraktikkan tata cara bersuci dengan benar sesuai tuntunan syariat.
Pembelajaran praktik wudhu tersebut menghadirkan Abdul Karim, S.Pd. sebagai pemateri. Dalam penyampaiannya ia menjelaskan secara rinci rukun, sunnah serta hal-hal yang membatalkan wudhu. Peserta didik diberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya wudhu sebagai syarat sah salat sehingga harus dilakukan dengan tertib dan sempurna.
Abdul Karim, S.Pd. juga mencontohkan secara langsung tahapan-tahapan berwudhu yang benar mulai dari niat hingga membasuh kedua kaki. Ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan ketelitian dalam membasuh anggota wudhu serta tidak berlebihan dalam menggunakan air. Para peserta didik tampak antusias mengikuti setiap arahan dan praktik yang diberikan.
“Pembelajaran praktik seperti ini sangat efektif karena peserta didik dapat langsung memperbaiki kesalahan yang mungkin selama ini tidak disadari. Dengan bimbingan langsung diharapkan pemahaman mereka semakin kuat dan mampu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,”jelasnya.
Kepala MAN 3 Tapanuli Tengah Hj. Juraida Siregar, S.Ag., M.Pd., dalam arahannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Beliau menegaskan bahwa pembelajaran praktik wudhu sangat penting dalam membentuk karakter religius peserta didik serta meningkatkan kualitas ibadah mereka, khususnya di bulan Ramadan.
Kepala madrasah juga mengingatkan bahwa sebagai madrasah MAN 3 Tapanuli Tengah memiliki tanggung jawab tidak hanya dalam bidang akademik tetapi juga dalam pembinaan keagamaan. Oleh karena itu kegiatan-kegiatan pembelajaran berbasis praktik harus terus dilaksanakan secara berkesinambungan.
Beliau berharap melalui kegiatan ini seluruh peserta didik semakin memahami pentingnya bersuci sebelum melaksanakan ibadah. Dengan wudhu yang benar salat menjadi sah dan bernilai sempurna sehingga Ramadan benar-benar menjadi momentum untuk memperbaiki diri dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Kepala Madrasah menekankan bahwa pembiasaan praktik ibadah sejak dini akan membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab dalam diri peserta didik. Ia berharap nilai-nilai yang diperoleh dari kegiatan ini tidak hanya diterapkan di lingkungan madrasah tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan di tengah masyarakat.
Beliau juga mengajak seluruh dewan guru untuk terus berinovasi dalam metode pembelajaran keagamaan agar lebih menarik dan mudah dipahami. Menurutnya, pembelajaran yang aplikatif akan lebih membekas dalam ingatan peserta didik dibandingkan hanya penyampaian materi secara teoritis.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini MAN 3 Tapanuli Tengah semakin menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik tetapi juga kuat dalam pemahaman dan pengamalan ajaran agama. Semangat Ramadan pun diharapkan menjadi pendorong lahirnya peserta didik yang berakhlak mulia dan beribadah dengan benar sesuai tuntunan syariat.(ms)