
Pandan (Humas) – Menjelang akhir tahun ajaran, Kepala Seksi Pendidikan Islam Syamsul Simanjuntak S.Pd.,MM menyelenggarakan rapat koordinasi khusus guna mematangkan persiapan pelaksanaan ujian Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT). Pertemuan yang dihadiri oleh para pengurus yayasan MDT dan kepala madrasah ini fokus pada sinkronisasi data dan teknis lapangan.
Fokus utama merupakan akurasi data peserta, agenda dalam rapat kali ini adalah verifikasi dan validasi pendataan peserta ujian. Kasi Pendis menekankan bahwa akurasi data merupakan kunci utama kelancaran distribusi soal dan pencetakan syahadah (ijazah) nantinya.
“Kita ingin memastikan tidak ada santri yang terlewat. Data yang masuk harus sesuai dengan database yang ada agar proses administrasi berjalan tanpa kendala,” ujar Kasi Pendis dalam arahannya.
Selain pendataan, rapat juga membahas secara mendalam mengenai Standar Operasional Prosedur (SOP) pelaksanaan ujian, mulai dari distribusi naskah soal hingga sistem pengawasan.
Berdasarkan hasil kesepakatan rapat, jadwal pelaksanaan ujian MDT ditetapkan pada tanggal 4 hingga 7 Mei 2026. Materi ujian meliputi bidang studi keagamaan khas MDT (Fikih, Aqidah Akhlak, Sejarah Kebudayaan Islam, Bahasa Arab, dan Al-Qur’an Hadits). Metode ujian akan dilaksanakan secara serentak di masing-masing satuan pendidikan dengan pengawasan silang untuk menjaga objektivitas hasil.
Harapan kedepan melalui rapat persiapan ini, diharapkan seluruh panitia tingkat kecamatan maupun satuan pendidikan memiliki pemahaman yang sama terkait teknis di lapangan. Pihak Pendis juga mengimbau agar seluruh MDT segera merampungkan input data peserta sebelum batas waktu yang ditentukan guna menghindari kendala sistem.
Dengan persiapan yang matang, pelaksanaan ujian MDT tahun 2026 diharapkan dapat berjalan tertib, lancar, dan berintegritas, demi melahirkan generasi santri yang kompeten dalam pemahaman agama.