
Pandan (Humas). Perjalanan menuju prestasi tidak pernah lahir secara instan. Ia tumbuh dari proses panjang, ketekunan serta peran seorang pendidik yang senantiasa hadir memberi arah. Hal inilah yang tergambar dari sosok Fitri Nasution, S.Pd, guru Bahasa Inggris yang dengan penuh dedikasi membimbing peserta didiknya dalam mengikuti Olimpiade Alef Gusi Bersi 5.0,Rabu(29/4).
Sebagai guru Bahasa Inggris Fitri Nasution tidak hanya mengajar di dalam kelas tetapi juga menjadi penggerak semangat bagi peserta didiknya. Ia mengutus sebanyak 19 peserta didik binaannya untuk mengikuti ajang tersebut sekaligus terus memotivasi mereka agar antusias dan percaya diri dalam menghadapi setiap tahapan lomba.
Sebelum memasuki babak penyisihan para peserta didik harus memenuhi persyaratan dari panitia yaitu menyelesaikan 15 kartu pelajaran pada platform Alef. Dengan arahan yang konsisten serta dorongan yang tak pernah putus seluruh peserta didik mampu menyelesaikan tantangan tersebut dengan baik bahkan sebelum batas waktu yang ditentukan.
Hasilnya pun membanggakan. Pada babak penyisihan seluruh 19 peserta didik Bahasa Inggris yang dibimbing oleh Fitri Nasution berhasil lolos ke babak semifinal. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa kerja keras yang dibangun sejak awal mampu membuahkan hasil yang luar biasa.
Perjalanan menuju tahap berikutnya kembali menghadirkan tantangan. Para peserta didik diwajibkan menyelesaikan 5 kartu pelajaran tambahan sebagai syarat menuju semifinal. Namun semangat yang telah tertanam membuat mereka menjalani proses tersebut dengan penuh antusias dan tanggung jawab.
Hingga akhirnya kerja keras itu kembali berbuah manis. Tiga peserta didik terbaik berhasil melangkah ke babak final, yakni Sakiya, Desira Safari Nainggolan dan Ruizhi Nadia Pranata Panggabean. Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri tidak hanya bagi peserta didik tetapi juga bagi guru pembimbing yang setia mendampingi setiap langkah mereka.
Fitri Nasution mengungkapkan rasa bangga dan apresiasinya kepada seluruh peserta didik. Baginya semua peserta didik adalah juara karena telah menunjukkan semangat, kedisiplinan dan kesungguhan dalam menjalani setiap proses. Ia juga memberikan motivasi agar peserta didik yang lolos ke final terus berjuang memberikan hasil terbaik, sementara yang belum berhasil tetap semangat karena masih banyak peluang lain ke depan.
Kepala Madrasah Hj. Juraida Siregar, S.Ag., M.Pd., turut memberikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menyampaikan rasa bangga atas dedikasi guru dan semangat belajar para peserta didik. “Prestasi ini merupakan hasil dari kerja keras bersama baik dari guru pembimbing maupun peserta didik. Kami sangat mengapresiasi usaha yang telah dilakukan dengan sungguh-sungguh,” ungkapnya.
Beliau juga berharap keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh peserta didik lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri. Madrasah akan selalu mendukung setiap upaya peningkatan prestasi baik di bidang akademik maupun nonakademik.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari kepala madrasah, dewan guru hingga seluruh civitas yang turut memberikan semangat selama proses berlangsung. Sinergi yang baik ini menjadi kekuatan dalam menciptakan generasi yang berprestasi.
Kisah ini menjadi bukti bahwa peran seorang guru tidak hanya sebatas menyampaikan materi tetapi juga mampu menumbuhkan motivasi yang pada akhirnya melahirkan prestasi. Dari motivasi itulah lahir capaian membanggakan yang menjadi inspirasi bagi banyak pihak.(ms)