
Pandan ( Humas ) Dalam Upaya mempererat tali silaturahmi dan mewujudkan kerukunan umat beragama FKUB Tapanuli Tengah menggelar dialog kurukunan intern Umat Beragama di Ruang Rapat Pastoran Paroki Santo Yosef Pandan, Sabtu (27/7) acara yang di hadiri oleh Kakan Kemenag Tapteng H. Julsukri Mangandar Limbong, S.Ag.MM sebagai Narasumber, Ketua FKUB Dr. H. Ismail, S,Pd.M.Pd, Bendara FKUB, Erwin Silalahi, Pastur Katekis Analisa Baene, S.Ag, Tokoh Agama Katolik dan Peserta dialog kerukunan Intern Umat Bergama.
Dalam kesempatan ini Ketua FKUB Ismail mengatakan Bahwa dialog Intern Umat beragama sangat penting untuk Membangun dan mewujudkan serta memahami dan mengamalkan nilai nilai moderasi beragama. “ Moderasi beragama bukan hanya sekedar slogan, tetapi harus menjadi gaya hidup kita sebagai umat beragama. Dengan mengimplementasikan nilai nilai moderasi Bergama,dalam kehidupan sehari –hari baik dalam lingkup keluarga,masyarakat, maupun dalam beribada, kita dapat membangun hubungan harmonis dengan sesama umat beragama dan menjaga persatuan bangsa” Ujarnya.
Ismail juga menyampaikan tugas dari FKUB di tapanuli tengah yaitu ;
- Melakukan dialog intern antar umat Bergama
- Menampung aspirasi, keluhan, kritik, usul, saran, gagasan untuk peningkatan kualitas keberagaman.
- Menyalurkan aspirasi, keluhan, kritik, usul, saran, gagasan untuk peningkatan kualitas keberagaman
- Sosilaisasi praturan/per-uu-an baik pusat maupun daerah dalam upaya peningkatan kerukunan umat beragama
- Memberikan rekomendasi bagi usul pendirian rumah ibadat.
Dengan adanya FKUB di tapanuli tengah sebagai wadah untuk menampung dan menyalurkan segala aspirasi dan gagasan untuk membangun keberagaman, suku, budaya dan Intern umat Bergama di Tapanuli Tengah sehingga tidak ada gesekan dan benturan yang ada di kabupaten Tapanuli tengah, dengan terciptannya ini semua maka saya yakin masyarakat yang ada di Kab. Tapanuli Tengah akan hidup dengan damai dan harmonis.

Hal ini senada yang sama di sampaikan oleh KakanKemenag Tapteng Julsukri Mangandar Limbong sekaligus sebagai Narasumber dalam kegiatan tersebut, ia menekankan pentingnya menjaga Intern kerukunan umat Bergama.” Kerukunan adalah kunci bagi kemajuan suatu daerah khususnya di Tapanuli Tengah. Mari kita bersama-sama menjaga dan merawat Intern kerukunan Bergama yang telah terjalin selama ini,” Imbuhnya
“Moderasi beragama bukan memoderasi ajaran agama, tetapi memoderasi pemahaman dan pengamalan umat beragama dari sikap ekstrem”. Ungkapnya
Para peserta yang hadir tampak antusias mengikuti dialog ini. Mereka saling bertukar pikiran dan memberikan gagasan mengenai upaya upaya yang dapat dilakukan untuk meninggkatkan Intern kerukunan umat beragama di Kabupaten Tapanuli Tengah.
Di akhir kata sambutan dan bimbingan KakanKemenag Tapteng mengungkapkan harapanya agar dialog ini dapat menjadi langkah awal untuk mewujudkan masyarakat Tapanuli Tengah yang semakin rukun dan harmonis.
Dan kegiatan ini di tutup dengan foto bersama dalam bentuk untuk mensukseskan dan mewujudkan Intern kerukunan antar Umat Beragama di Kabupaten Tapanuli Tengah. (ML)