
Pandan (Humas)-Guru-guru MAN 3 Tapanuli Tengah menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap peserta didik yang terdampak banjir bandang dengan turun langsung menyalurkan bantuan ke rumah-rumah peserta didik yang menjadi korban. Aksi solidaritas ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan kepedulian madrasah terhadap kondisi para peserta didiknya yang masih dalam masa pemulihan pasca musibah, Kamis(11/12).
Sejak pagi para guru telah berkumpul di madrasah untuk mempersiapkan paket bantuan yang berisi uang tunai, sembako, perlengkapan mandi, pakaian layak pakai serta beberapa kebutuhan mendesak lainnya. Setelah memastikan seluruh paket tersusun rapi, tim guru segera bergerak menuju lokasi rumah para siswa yang tersebar di beberapa titik terdampak banjir.
“Perjalanan menuju rumah peserta didik tidak selalu mudah. Beberapa akses jalan masih tertutup lumpur, licin dan sulit dilalui kendaraan. Meski begitu para guru tetap berupaya mencapai setiap rumah peserta didik agar bantuan bisa tersampaikan secara langsung dan merata kepada keluarga yang membutuhkan,”ucap WKM Kesiswaan Dahrul Effendi.
Dahrul menyampaikan bahwa Kedatangan para guru ke rumah peserta didik mendapat sambutan haru dari para orang tua. Banyak dari mereka tidak menyangka madrasah akan turun langsung meninjau kondisi anak-anak mereka sekaligus menyerahkan bantuan. Kehadiran guru bukan hanya membawa bantuan materi tetapi juga menyampaikan pesan bahwa madrasah tetap hadir bagi mereka di tengah masa sulit.
Salah seorang guru Abdul Karim mengungkapkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar penyerahan bantuan tetapi juga cara untuk memastikan bahwa peserta didik tetap dalam kondisi baik, aman dan siap mengikuti kembali proses pembelajaran ketika situasi sudah memungkinkan. Kepedulian seperti ini adalah nilai penting yang harus terus dijaga di lingkungan madrasah.
Selain memberikan bantuan para guru juga menyempatkan diri berkomunikasi langsung dengan peserta didik memberikan motivasi serta memastikan mereka tidak merasa sendirian dalam menghadapi dampak bencana. Banyak peserta didik yang merasa terhibur dan lebih bersemangat setelah mendapatkan dukungan dari para pendidik mereka.
Kepala MAN 3 Tapanuli Tengah Hj. Juraida Siregar, S.Ag., M.Pd, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh guru yang terlibat dalam kegiatan kemanusiaan ini. Beliau menegaskan bahwa tindakan tersebut mencerminkan karakter pendidik yang tidak hanya mengajar di ruang kelas tetapi juga hadir memberi dukungan nyata dalam kehidupan peserta didik.
“Kami berupaya memastikan bahwa setiap anak merasa diperhatikan, terutama dalam situasi seperti ini. Bantuan mungkin tidak besar, namun bentuk kepedulian inilah yang ingin kami kuatkan. Semoga peserta didik dan keluarga mereka diberikan ketabahan dan kekuatan untuk bangkit kembali,” ujar Kepala Madrasah.
Aksi penyaluran bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga peserta didik yang terdampak banjir bandang serta menjadi penyemangat bagi mereka untuk terus melanjutkan pendidikan tanpa kehilangan harapan. Madrasah juga berkomitmen untuk terus memonitor kondisi peserta didik hingga keadaan pulih sepenuhnya.
Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan keluarga besar MAN 3 Tapanuli Tengah terus bergerak memberikan bantuan terbaik bagi peserta didik dan masyarakat sekitar. Musibah banjir bandang menjadi pengingat bahwa solidaritas adalah kekuatan utama untuk bangkit bersama dari situasi sulit.(ms)