
Pandan (Humas) – Kepala MAN 3 Tapanuli Tengah Hj. Juraida Siregar meninjau secara langsung pelaksanaan bimbingan tahfidz bagi peserta didik kelas XII yang dilaksanakan di ruang belajar madrasah, Selasa (24/02). Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan keagamaan yang rutin digelar sebagai upaya penguatan karakter Qur’ani menjelang kelulusan.
Dalam kunjungannya Hj. Juraida Siregar melihat secara langsung proses setoran hafalan yang dibimbing oleh guru tahfidz. Peserta didik tampak khidmat dan serius saat melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an, sementara guru memberikan arahan terkait kelancaran hafalan, ketepatan tajwid serta makhraj huruf.
Beliau menyampaikan apresiasi atas kesungguhan peserta didik kelas XII dalam mengikuti bimbingan tersebut. Program tahfidz bukan sekadar kegiatan tambahan melainkan bagian penting dari pembentukan karakter dan spiritualitas peserta didik di madrasah.
“Bimbingan tahfidz ini menjadi bekal berharga bagi kalian bukan hanya untuk menyelesaikan pendidikan di madrasah tetapi juga sebagai pegangan hidup di masa depan. Jadikan Al-Qur’an sebagai sahabat dan pedoman dalam setiap langkah,” ungkap Juraida Siregar.
Kepala Madrasah juga menekankan pentingnya menjaga konsistensi dan kedisiplinan dalam menghafal. Ia menegaskan bahwa keberhasilan dalam tahfidz sangat ditentukan oleh ketekunan, manajemen waktu yang baik serta niat yang ikhlas dalam mengamalkan Al-Qur’an.
Para peserta didik mengaku termotivasi dengan perhatian dan dukungan langsung dari Kepala Madrasah. Kehadiran pimpinan madrasah di tengah-tengah kegiatan dinilai mampu menambah semangat dan rasa tanggung jawab dalam menyelesaikan target hafalan.
Melalui program ini MAN 3 Tapanuli Tengah berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter religius dan kedekatan dengan Al-Qur’an. Diharapkan, bimbingan tahfidz kelas XII ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi seluruh peserta didik.
Sementara itu Wali Kelas XII 1 Rabiatul Adawiyah turut memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan bimbingan tahfidz tersebut. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat membantu peserta didik dalam menjaga semangat menghafal di tengah kesibukan persiapan ujian akhir.
Rabiatul Adawiyah menuturkan bahwa kedisiplinan dan pendampingan yang konsisten menjadi kunci keberhasilan peserta didik dalam mencapai target hafalan. Ia juga terus memotivasi peserta didiknya agar mampu membagi waktu antara belajar akademik dan memperkuat hafalan Al-Qur’an secara seimbang.
Dengan sinergi antara Kepala Madrasah guru pembimbing, dan wali kelas diharapkan program bimbingan tahfidz kelas XII ini semakin optimal dan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga kokoh dalam nilai-nilai spiritual dan akhlakul karimah.(ms)