
Pandan(Humas). Dalam rangka menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari, MAN 3 Tapanuli Tengah menggelar kegiatan gotong royong bersama di lingkungan madrasah, pada Jumat(26/9). Kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan ekoteologi, yaitu pendekatan teologis yang menempatkan pelestarian alam sebagai bagian integral dari pengamalan iman dan tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi.
Kegiatan dimulai pada pagi hari dengan senam bersama di halaman madrasah. Seluruh peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan tampak antusias mengikuti senam yang berlangsung penuh semangat dan kekompakan. Senam pagi ini tidak hanya menjadi sarana penyegaran fisik, tetapi juga ajang membangun kebersamaan sebelum memasuki kegiatan inti, yaitu gotong royong.
Setelah senam, seluruh warga madrasah langsung melanjutkan dengan kegiatan bersih-bersih lingkungan secara menyeluruh. Kegiatan gotong royong meliputi pembersihan ruang kelas, taman, selokan, halaman belakang, serta area sekitar pagar madrasah. Tak hanya itu, siswa juga diajak menanam tanaman hias dan merapikan pot-pot bunga yang ada di lingkungan sekolah. Semua dilakukan dengan semangat kerja sama, tanggung jawab, dan rasa memiliki terhadap lingkungan madrasah.
Kepala MAN 3 Tapanuli Tengah, Hj. Juraida Siregar, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam yang diintegrasikan dalam kehidupan nyata.
“Islam mengajarkan kita untuk menjaga kebersihan dan melestarikan alam. Melalui gotong royong ini, kami ingin menanamkan kepada peserta didik bahwa merawat lingkungan adalah bagian dari bentuk ibadah. Ini adalah wujud dari ekoteologi kesadaran bahwa iman juga tercermin dalam tindakan menjaga bumi,” ujarnya.
Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini penting untuk membentuk pribadi peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peduli secara sosial dan spiritual. Gotong royong juga menjadi sarana efektif untuk melatih kebersamaan, disiplin, serta sikap tanggung jawab terhadap fasilitas dan lingkungan sekitar.
Para peserta didik pun terlihat antusias dan terlibat aktif dalam kegiatan ini. Salah satu peserta didik Amir Mukmin kelas XI- 1 mengungkapkan bahwa kegiatan gotong royong ini memberikan pengalaman berharga.
“Biasanya kita hanya belajar teori di kelas, tapi hari ini kita langsung praktik. Kita jadi sadar bahwa menjaga lingkungan itu tanggung jawab kita bersama, bukan cuma tugas petugas kebersihan,” ungkapnya.
Kegiatan ini diakhiri dengan evaluasi singkat dan ucapan terima kasih dari guru kepada siswa yang telah berpartisipasi aktif. Ke depan, kegiatan serupa direncanakan akan dilaksanakan secara berkala sebagai bagian dari program madrasah dalam membangun budaya peduli lingkungan yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Dengan semangat gotong royong dan nilai ekoteologi, MAN 3 Tapanuli Tengah terus menunjukkan peran aktifnya sebagai lembaga pendidikan Islam yang tidak hanya membina aspek akademik, tetapi juga membentuk karakter siswa agar tumbuh menjadi generasi yang religius, peduli lingkungan, dan siap berkontribusi positif bagi masyarakat dan alam semesta.(ms)