
Sorkam Barat (Humas) — Siswa kelas XI-1 MAN 2 Tapanuli Tengah mengikuti kegiatan pembelajaran luar ruangan yang memacu adrenalin melalui lomba halang rintang, Kamis (12/2). Kegiatan yang dipandu langsung oleh guru olahraga ini dirancang untuk menguji ketangkasan fisik, koordinasi motorik, serta kekuatan mental para siswa. Bertempat di lapangan utama madrasah, berbagai rintangan modifikasi disusun sedemikian rupa guna menciptakan simulasi medan yang menantang namun tetap mengutamakan unsur keselamatan.
Maulidi Hasyim Guru Olahraga MAN 2 Tapanuli Tengah menjelaskan bahwa materi halang rintang ini bukan sekadar aktivitas fisik biasa, melainkan sarana untuk membangun kepercayaan diri siswa. “Dalam olahraga ini, otot dan otak harus bekerja secara sinkron. Siswa tidak hanya dituntut untuk berlari cepat, tetapi juga harus mampu mengambil keputusan tepat saat menghadapi rintangan di depan mereka,” ujarnya. Beliau menekankan bahwa setiap hambatan dalam lintasan merupakan analogi dari tantangan nyata yang akan dihadapi siswa di masa depan.
Sepanjang perlombaan, suasana riuh rendah dengan sorak-sorai penyemangat dari para siswa kelas XI-1 yang menyaksikan rekan sekelasnya berjuang melewati rintangan. Fokus utama dalam penilaian kali ini bukan hanya pada kecepatan waktu tempuh, melainkan pada teknik yang benar dan sportivitas saat berkompetisi. Maulidi juga memberikan koreksi langsung terhadap postur tubuh siswa saat melompat atau merayap, guna memastikan gerakan yang dilakukan efisien dan meminimalisir risiko cedera.
Selain aspek fisik, kegiatan ini juga menjadi ajang untuk memperkuat solidaritas antarsiswa. Sebelum memulai lomba, setiap kelompok diberikan waktu untuk mendiskusikan strategi terbaik dalam menaklukkan lintasan. Hal ini sejalan dengan visi MAN 2 Tapanuli Tengah untuk melahirkan generasi yang tangguh secara jasmani dan cakap dalam bekerja sama. “Manajemen emosi saat lelah adalah bagian dari disiplin atlet yang ingin kami tanamkan kepada anak-anak,” tambah Maulidi.
Kegiatan ditutup dengan sesi pendinginan dan evaluasi bersama di bawah keteduhan pohon di area madrasah. Para siswa kelas XI-1 tampak antusias meski terlihat lelah, mereka mengaku mendapatkan pengalaman baru mengenai pentingnya kegigihan dan konsentrasi. Dengan berakhirnya praktik halang rintang ini, diharapkan para siswa dapat menerapkan nilai-nilai kedisiplinan dan pantang menyerah tersebut dalam proses belajar mengajar di dalam kelas maupun dalam kehidupan sehari-hari.