
Sorkam Barat (Humas) – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Tapanuli Tengah menggelar rapat koordinasi khusus pada Sabtu (13/12) untuk membahas teknis pengisian Raport Digital Madrasah (RDM). Meskipun bangunan fisik madrasah dilaporkan tidak terdampak oleh musibah banjir yang baru-baru ini melanda wilayah Tapanuli Tengah, pihak sekolah menyadari bahwa banyak siswa dan tenaga pendidik yang menjadi korban terdampak secara personal. Kondisi ini menuntut adanya penyesuaian strategi agar administrasi nilai tetap berjalan tanpa membebani mereka yang sedang dalam masa pemulihan.
Dalam rapat tersebut, Kepala Madrasah H. Muhammad Lufti Siambaton, M.Pd., menekankan pentingnya empati dan fleksibilitas dalam proses pendataan nilai semester ini. Diketahui bahwa sejumlah guru kehilangan perangkat laptop serta dokumen pendukung karena terendam air, sementara banyak siswa yang kehilangan alat tulis dan buku pelajaran. Menanggapi hal tersebut, madrasah memutuskan untuk melakukan inventarisasi ulang terhadap nilai-nilai yang sudah sempat masuk ke server guna membantu para guru yang data pribadinya rusak akibat banjir.
Pihak madrasah juga memberikan fasilitas penuh bagi para guru yang terdampak untuk menggunakan laboratorium komputer sekolah sebagai pusat pengerjaan RDM. Karena kondisi rumah yang belum kondusif untuk bekerja, laboratorium ini dibuka lebih lama agar para pendidik dapat mencicil input nilai dengan fasilitas listrik dan internet yang stabil. Kebijakan ini diambil untuk memastikan bahwa kendala domestik yang dialami guru tidak menghambat hak siswa dalam mendapatkan laporan hasil belajar tepat waktu.
Terkait kondisi siswa, wali kelas diminta untuk melakukan pendampingan ekstra dan memberikan toleransi bagi mereka yang belum bisa mengikuti ujian susulan atau mengumpulkan tugas akibat rumahnya yang masih dalam tahap pembersihan. Rapat koordinasi ini menyepakati bahwa penilaian tidak hanya didasarkan pada ujian akhir saja, tetapi juga melihat rekam jejak akademik sebelum bencana terjadi. Ditekankan guru-guru mengambil hasil nilai dari ujian harian satu-tiga. Hal ini bertujuan untuk meringankan beban psikologis siswa yang tengah menghadapi trauma pasca-bencana alam.
Rapat ditutup dengan komitmen bersama bahwa pengisian RDM harus tuntas sesuai kalender pendidikan tanpa mengesampingkan aspek kemanusiaan. MAN 2 Tapanuli Tengah berharap sinergi antara guru yang tidak terdampak dan guru yang terdampak dapat mempercepat proses finalisasi nilai. Dengan semangat kekeluargaan, madrasah optimis bahwa pembagian raport akan tetap dilaksanakan sesuai jadwal sebagai bentuk profesionalisme di tengah keprihatinan masyarakat Tapanuli Tengah.