
Sorkam Barat (Humas) – Rabu, 04 Maret 2026 Keluarga besar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Tapanuli Tengah turut serta menyemarakkan kegiatan Safari Ramadhan yang digelar oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Tengah. Kehadiran para guru guru ini menambah kekhidmatan suasana silaturahmi ukhuwah Islamiyah di bulan suci. Acara yang berlangsung penuh kehangatan ini menjadi momentum penting bagi instansi di bawah naungan Kemenag untuk mempererat tali persaudaraan sekaligus memperdalam ilmu agama di tengah rutinitas ibadah puasa.
Hadir sebagai penceramah utama dalam kesempatan tersebut adalah Ustadz Liber, yang merupakan penyuluh agama dari Kantor Urusan Agama (KUA) Pandan. Dalam tausiyahnya, ia mengangkat tema yang sangat relevan dengan hakikat puasa, yakni pergulatan antara nafsu dan akal dalam diri manusia. Beliau menjelaskan bahwa bulan Ramadhan adalah medan latihan bagi setiap Muslim untuk memenangkan akal sehat di atas keinginan-keinginan rendah yang sering kali menjerumuskan manusia pada hal negatif.
Liber menekankan bahwa perbedaan mendasar antara manusia dengan makhluk lainnya terletak pada kemampuan mengelola akal. Beliau memaparkan bahwa nafsu cenderung bersifat liar dan selalu menuntut pemuasan tanpa batas. “Bapak ibu nafsu dan akal itu berbeda. Nafsu berkatanya kepada akal. Ya akal siapakah engkau? Lalu akal menjawab. Aku adalah aku. Dan akal bertanya kepada nafsu. Ya nafsu siapakah engkau? Aku adalah aku. Dan bapak ibu nafsu ini sangat liar. Bagaimana mengatasinya? Jawabnnya cukup tidak memberinya makan. Alias jangan turuti keinginannya. Biarkan nafsu lapar. Maka kita akan terkendali dari hal-hal yang tidak baik.” Ujar liber ustad penceramah safari.
Dalam inti nasihatnya, Liber memberikan tips praktis dalam mengendalikan nafsu, yakni dengan cara tidak memberikan apa yang diinginkan oleh nafsu tersebut. Menurutnya, nafsu ibarat anak kecil yang jika selalu dituruti keinginannya akan menjadi manja dan sulit dikendalikan. Dengan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa maupun hal-hal yang mengurangi pahala puasa, secara tidak langsung seseorang sedang melatih “otot” pengendalian dirinya agar tidak diperbudak oleh keinginan sesaat.
Sebagai penutup yang sarat nilai sosial, acara Safari Ramadhan ini diakhiri dengan pembagian zakat dan santunan kepada anak yatim oleh pihak Kemenag Tapteng yang didampingi oleh para Kepala Madrasah. Momen berbagi ini diharapkan dapat menguatkan karakter dan integritas para siswa serta tenaga pendidik di lingkungan MAN 2 Tapanuli Tengah. Kepala madrasah pun menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Ustadz Liber, sembari berharap agar seluruh jamaah dapat mengimplementasikan pesan pengendalian nafsu tersebut dalam kehidupan nyata.