
Pinangsori (Humas) – Kepala MTsN 2 Tapanuli Tengah,Hj.Kawati.S.Pd menyambut secara simbolis kegiatan MATAMUDA Tahun 2026 MTsN 2 Tapanuli Tengah. MTsN 2 Tapanuli Tengah menuntaskan rangkaian kegiatan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) Tahun Ajaran 2026/2027 yang berlangsung selama tiga hari, mulai 13 hingga 15 Juli 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses adaptasi santri baru sekaligus pembinaan karakter, spiritualitas, dan wawasan kebangsaan sebelum memulai kegiatan belajar mengajar.
Rangkaian MATAMUDA diawali dengan apel pembukaan yang dipimpin Kepala MTsN 2 Tapanuli Tengah. Pada kesempatan itu, ia secara simbolis menyematkan kartu identitas kepada perwakilan santri baru sebagai tanda dimulainya masa pengenalan lingkungan madrasah.
Dalam sambutannya,Kepala Madrasah mengajak seluruh siswa untuk membangun semangat belajar sejak hari pertama. Menurutnya, proses menuntut ilmu membutuhkan kesungguhan dan ketekunan.
“Belajar itu ibarat kita sedang menggali sumur; butuh proses, tenaga, dan cucuran keringat. Jadi, jangan pernah mengeluh capek, karena belajar dengan semangat adalah syarat mutlak untuk menjemput kesuksesan. Mari kita tata kembali niat kita dari hari pertama ini. Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, MATAMUDA 2026/2027 resmi dinyatakan dibuka!” ungkap Kepala Madrasah membuka kegiatan Matamuda itu.
Pada hari pertama, para santri memperoleh pengenalan mengenai profil madrasah, struktur organisasi, wali kelas, kurikulum berbasis sains, tata tertib, kegiatan ekstrakurikuler, hingga organisasi kesiswaan. Seluruh rangkaian ditutup dengan pelaksanaan salat Dzuhur berjamaah.
Memasuki hari kedua, kegiatan difokuskan pada pengenalan lingkungan madrasah dan pembentukan karakter. Para siswa diajak berkeliling area madrasah untuk mengenal fasilitas pembelajaran sekaligus mengikuti sosialisasi mengenai aturan penggunaan laptop sebagai salah satu penunjang pembelajaran berbasis sains dan teknologi.
Sementara pada hari terakhir, pembinaan karakter semakin diperkuat melalui materi dari tim Bimbingan Konseling (BK) mengenai Sekolah Ramah Anak, pencegahan perundungan (bullying), kenakalan remaja, dan penyalahgunaan narkotika. Dalam sesi tersebut, para santri diajak membangun komitmen untuk saling menghormati dan menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi bersama wali kelas guna mempersiapkan proses pembelajaran, serta materi Wawasan Kebangsaan yang disampaikan oleh anggota Koramil setempat. Materi tersebut bertujuan menanamkan nilai nasionalisme agar para santri tumbuh menjadi generasi yang memiliki kecintaan terhadap agama sekaligus tanah air.
Salah seorang peserta MATAMUDA, Nayla Azzahra mengaku memperoleh banyak pengalaman selama mengikuti kegiatan tersebut.
“Seneng banget, karena dari MATAMUDA jadi punya banyak pengalaman seru dan dapet temen-temen baru. Apalagi pas materi cyber-bullying kemarin, seru banget karena dapet hadiah. Kalau dibilang kegiatannya padat, ya lumayan padat dan capek, tapi seru,” terangnya saat diwawancarai.(AW)