
Sorkam Barat (Humas) – MAN 2 Tapanuli Tengah menunjukkan komitmennya yang kuat dalam membangun karakter religius siswa-siswinya melalui program inovatif “Wirid Yasin Keliling”. Program ini secara rutin diselenggarakan di kediaman siswa-siswi secara bergantian, menjadi sarana efektif untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah atau tali persaudaraan sesama muslim di kalangan pelajar. Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh siswa, tetapi juga melibatkan guru sebagai wali kelas. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah menanamkan kecintaan pada Al-Qur’an sekaligus memperkokoh fondasi spiritual siswa di luar lingkungan formal sekolah 24/10/25.
Pelaksanaan Wirid Yasin Keliling ini memiliki dampak signifikan dalam meningkatkan spiritualitas dan kedisiplinan beribadah para siswa. Setiap pertemuan diawali dengan pembacaan Surat Yasin secara berjamaah, dilanjutkan dengan sesi dzikir, doa, dan tausiyah singkat. Tausiyah yang disampaikan biasanya berfokus pada pentingnya menjaga akhlak mulia, menghormati orang tua, dan konsisten dalam menjalankan ibadah wajib maupun sunah. Dengan suasana yang lebih santai dan akrab di rumah siswa, pesan-pesan agama terasa lebih menyentuh dan mudah diserap, mendorong siswa untuk mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Selain dimensi spiritual, program ini secara efektif berfungsi sebagai jembatan untuk mempererat ukhuwah Islamiyah antar siswa. Mengunjungi dan disambut di rumah rekan sekelas atau seangkatan menumbuhkan rasa saling memiliki dan kepedulian sosial yang tinggi. Siswa-siswi belajar untuk menghargai keberagaman latar belakang teman-teman mereka dan berlatih menjadi tuan rumah yang baik, atau tamu yang sopan. Kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi guru untuk lebih mengenal lingkungan tempat tinggal siswa, membangun komunikasi yang lebih baik dengan orang tua, dan bersama-sama mendukung perkembangan pendidikan karakter siswa secara holistik.
Kepala MAN 2 Tapanuli Tengah, H. Muhammad Lufti Siambaton, M.Pd., selalu menyambut baik dan mendukung penuh program Wirid Yasin Keliling ini. Beliau melihat kegiatan ini sebagai investasi jangka panjang dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki ketahanan moral dan spiritual yang kuat. Dalam beberapa kesempatan, beliau turut hadir dan memberikan motivasi, menekankan bahwa kegiatan keagamaan seperti ini adalah ciri khas madrasah yang harus terus dipertahankan dan dikembangkan. Beliau berharap kebiasaan positif ini akan terus terbawa hingga siswa lulus dan terjun ke masyarakat.
Respons dari para siswa dan orang tua terhadap program ini sangat positif. Orang tua merasa terbantu dan bangga karena rumah mereka dijadikan pusat kegiatan keagamaan yang membawa keberkahan. Mereka mengapresiasi inisiatif madrasah yang tidak hanya fokus pada kurikulum, tetapi juga aktif dalam pembinaan mental-spiritual anak-anak. Wirid Yasin Keliling MAN 2 Tapanuli Tengah telah membuktikan diri sebagai model kegiatan keagamaan yang sukses, yang tidak hanya meningkatkan keimanan pribadi siswa, tetapi juga memperkuat jalinan persaudaraan dan kekeluargaan di antara seluruh komunitas madrasah.