
Tapanuli Tengah (Humas) – Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) adalah pendekatan pendidikan humanis yang menjadikan kasih sayang, toleransi, dan kepedulian sebagai inti pembelajaran.kurikulum ini digagas oleh Kementerian Agama RI untuk menggeser orientasi pendidikan yang awalnya hanya berfokus pada kecerdasan akademis (kognitif) menuju pembentukan karakter holistik dan kepekaan sosial. (09/06/2026)
Dalam penerapannya, Kurikulum Berbasis Cinta tidak menjadi mata pelajaran baru. Nilai-nilai kasih sayang diintegrasikan ke dalam mata pelajaran yang ada dan praktik pembiasaan sehari-hari di sekolah. Praktik ini melibatkan pendekatan dialogis, peniadaan hukuman fisik, hingga pelaksanaan proyek sosial bersama siswa.
Kepala MIN 1 Tapanuli Tengah Agussalim Batubara, S.Pd.I., M.M dan KKM hadiri pelatihan kurikulum berbasis cinta (KBC) dengan tema menguatkan panca cinta melalui inovasi pembelajaran di madrasah, pelatihan ini dilaksanakan di barus kota bersejarah yang dikenal sebagai titik awal peradaban islam di nusantara ini diharapkan dapat melahirkan inovator pendidikan yang mampu membawa madrasah ditapanuli tengah menjadi lembaga yang unggul, berprestasi, dan berakhlak mulia.
Pembukaan pelatihan tersebut dihadiri oleh Kepala kantor kementerian agama kabupaten tapanuli tengah Dr.H.Awaluddin Habibi Siregar, S.Ag., MA. Narasumber pak ketua tim kurikulum (katim) kanwil kemenagsu prov.sumatera utara yaitu bapak syawal matondang, rahmad jamil,dan ade rahmat.peserta sosialisi yaitu MAN 1 beserta KKM-nya, MAN 2 beserta KKM nya, MTSN 1 beserta KKM nya, MIN 1 beserta KKM nya, MIN 2 beserta KKM-nya. Total peserta diperkirakan 180 orang dimulai pukul 08.00 wib s/d 16.00 wib. Pelatihan ini dikasanakan di cafe robbana Kec. Sosorgadong agar rileks dan santai.
Dalam arahannya kakan kemenag tapanuli tengah menyampaikan bahwa kurikulum berbasis cinta bukan sekedar metode kedisplinan, melainkan sebuah pendekatan emosional dan spritual untuk menyentuh hati para peserta didik, melalui tema “menguatkan panca cinta”, diharapkan seluruh elemen pendidikan di madrasah mampu mengimplementasikan lima pilar pancasila dalam proses belajar mengajar sehari-hari.
Kurikulum ini mengingatkan kita semua bahwa inovasi di madrasah bukan sekedar soal teknologi, melainkan bagaimana menanamkan nilai-nilai panca cinta dalam setiap proses belajar mengajar.ketika cinta menjadi basis pembelajaran, madrasah akan melahirkan generasi yang hebat dan berakhlak mulia.(YP)