MIN 1 Tapanuli Tengah Terima Rezeki Dari MTsN Toba Samosir Saribu Raja Janji Maria Balige

Tapanuli Tengah (Humas) – MIN 1 Tapanuli Tengah Terima rezeki dari MTsN Toba Samosir. MTsN Toba samosir telah menyalurkan rezeki untuk MIN 1 Tapanuli Tengah dimana MIN 1 Tapanuli Tengah telah dilanda bencana pasca banjir bandang yang menimpa tapanuli tengah pada november 2025 yang lalu. (31/03/2026).

Bantuan yang diberikan oleh MTsN Toba Samosir berjumlah Rp. 500.000, yang diharapkan MTsN Toba Samosir memberikan dukungan kepada MIN 1 Tapanuli yang telah menimpa kesedihan akibat banjir bandang yang menimpa MIN 1 Tapanuli Tengah. Kepala MTsN Toba Samosir Sophan Ahmadi Nasution memberikan dukungan dan motivasi kepada MIN 1 Tapanuli Tengah agar tetap tabah, sabar, dan kuat menghadapi banjir bandang ini, dibalik musibah ini ada hikmahnya.’’Ujarnya”

Kepala MIN 1 Tapanuli Tengah, Agussalim Batubara menyampaikan ribuan terima kasih banyak kepada keluarga besar MTsN Toba Samosir yang sangat memberikan kepedulian sosial dan solidaritas kepada MIN 1 Tapanuli Tengah yang telah menyisihkan rezeki  kepada MIN 1 Tapanuli Tengah, kepala madrasah juga menjelaskan kepada keluarga besar MTsN Toba samosir akibat terjadinya banjir bandang ini diakibatkan curah hujan tinggi yang berlangsung lama, penebangan hutan gundul dan perambahan lahan di hulu menghilangkan kemampuan tanah menahan air atau infiltrasi menyebabkan 90 %  lebih air hujan menjadi aliran permukaan langsung kesungai.

Beliau juga menjelaskan, wilayah pembukitan terjal mempercepat aliran air ke dataran rendah, jenis tanah yang mudah  tererosi atau lapuk, serta batuan vulkanik meningkatkan resiko longsor yang menyumbat aliran sungai, air tiba-tiba ini membawa material lumpur, batu, dan kayu-kayu karna intensitas hujan tinggi yang melibihi kapasitas serap tanah, seringkali diperparah oleh penyumbatan aliran sungai.”Ungkap Beliau”

Banjir bandang adalah banjir besar yang datang secara tiba-tiba dengan meluap, menggenangi, menghayutkan benda-benda besar seperti kayu dan sebagainya, bencana ini juga merusak struktural, menimbulkan korban jiwa, dan seringkali disebabkan kombinasi faktor alam dan aktivitas manusia yang tidak ramah lingkungan.(YP)