Pandan (Humas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Tengah Bapak Julsukri Mangandar Limbong, S.Ag.MM secara resmi membuka kegiatan Impelentasi Kurikulum merdeka (IKM) di MA AR-Raudatul Hasanah 2 Lumut Kamis (25/01). Kegiatan tersebut di hadiri oleh direktur Madrasah Raudatul hasanah 2 lumut Bapak Ustadz Marnang Saing, S.Pd.I, Bapak Kepala seksi pendidikan Drs. H. Abdul Amman Nasution, Ustadz Hardian Syahputra dan di hadiri sebanyak 48 Orang Peserta IKM Guru guru MA. Raudatul Hasanah 2 Lumut.
Dalam kata sambutan Pimpinan MA. Raudatul Hasanah 2 Lumut mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Tapanuli Tengah yang telah hadir sekaligus membuka kegiatan IKM semoga dengan kegiatan ini Guru guru MA Raudatul Hasanah 2 dapat nantinya mendapatkan bekal atau ilmu yang di dapat dari pemateri sehingga dapat di implentasikan kepada Santriwan/Santriwati yang berjumlah 275 Orang.
Disamping itu Bapak Kepala Kemenag Tapanuli Tengah menyampaikan dalam kata sambutannya Agar Guru Guru Madrasah harus lebih berperan dalam menjalankan sebagai tenaga pendidik karena Implementasi Kurikulum Merdeka pada Madrasah terus dilakukan sebagai ruang kreatifitas dan fleksibilitas dalam pengelolaan pendidikan dan pembelajaran untuk meningkatkan kualitas dan daya saing madrasah sesuai dengan tuntutan kompetensi abad-21. Hal ini senada dengan tujuan lahirnya KMA Nomor 347 Tahun 2022 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum Merdeka pada Madrasah.
Kurikulum Merdeka, yang diperkenalkan sebagai bagian dari visi pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, memiliki peranan penting membangun peradaban di negeri ini. Direktorat Jenderal Pendidikan Islam melalui Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan Madrasah terus berupaya mendorong dan memberi ruang kepada seluruh madrasah untuk bisa berkembang sesuai dengan kebutuhan, potensi, karakteristik siswa serta kekhasannya masing-masing.
Implementasi Kurikulum Merdeka adalah komitmen nyata pemerintah Indonesia untuk memberikan pendidikan yang berkualitas dan relevan bagi generasi muda. Kementerian Agama melalui Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan untuk memastikan generasi madrasah mendapatkan manfaat dari program yang dijalankan, tutupnya. (Kakankemanag Tapteng)
