
Pandan (Humas). Penyuluh Agama Islam, Romanja Panjaitan KUA Kecamatan Tukka Kabupaten Tapanuli Tengah tidak tinggal diam dalam menghadapi permasalahan serius Stunting di wilayah Desa Sigiring-giring Bersama tim pendamping dari Puskesmas Tukka, mereka mengambil Inisiatif untuk memberikan perawatan dan pemahaman kepada keluarga demi mencegah stunting, Kamis (30/05).
Tim pendamping keluarga ini terdiri dari 4 orang dengan focus pada pendampngan catin, pendampingan ibu hamil, pendampingan ibu pasca salin, dan pendampingan baduta (bayi dibawah 2 tahun) menyadari urgensi peran mereka, Romanja panjaitan menjelaskan tujuan utama dalam pencegahan stunting adalah menjaga gizi anak dan gizi para ibu hamil.
Stunting adalah masalah serius yang dapat berdampak buruk pada perkembangan fisik dan mental anak-anak. Kami berharap dapat memberikan perawatan dan pemahaman tentang agama yang lebih baik kepada keluarga terkait masalah ini,” Ujar Romanja Panjaitan dengan tekad.
Kepala KUA Kecamatan Tukka MHD. Shalahuddin Siregar S.Th.I, memberikan aspirasi yang tinggi kepada penyuluh yang terlibat aktif dalam menekan angka stunting. Ia mendorong mereka untuk menggunakan pendekatan agama dalam upaya pencegahan.
Dengan semanagat yang tinggi dan pendekatan agama sebagai landasan, diharapkan upaya ini dapat memberikan dampak positif signifikan dalam mengatasi masalah stunting di desa Sigiring-giring menjadi contoh inspiratif bagi wilayah sekitar nya.