
Tapteng (Humas) — Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Tengah, Novita Hutapea, S.Th., melaksanakan pembinaan iman kepada warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Umum Barus, Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, Rabu (23/09/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelayanan dan pembinaan keagamaan bagi warga binaan agar tetap mendapatkan penguatan iman selama menjalani masa pembinaan.
Dalam kegiatan tersebut, Novita Hutapea mengangkat tema “Iman yang Terlihat dalam Kehidupan” dengan nats utama Titus 2:1-10. Ia menyampaikan bahwa iman Kristen bukan hanya berkaitan dengan apa yang dipercayai, tetapi juga harus diwujudkan melalui sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, ajaran yang sehat seharusnya menghasilkan kehidupan yang sehat dan menjadi kesaksian nyata bagi orang-orang di sekitar.
Novita menjelaskan beberapa poin penting yang terdapat dalam Titus 2:1-10. Pertama, iman harus terlihat melalui karakter yang baik. Kedua, setiap orang hendaknya mampu menjadi teladan bagi orang lain. Ketiga, pentingnya belajar menguasai diri dalam menghadapi berbagai situasi kehidupan. Keempat, setiap tindakan dan perkataan hendaknya menjadi bagian dari upaya memuliakan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga mengingatkan warga binaan bahwa kehidupan seseorang dapat menjadi kesaksian tentang iman yang dimilikinya. Karena itu, setiap orang dipanggil untuk menunjukkan kasih, kesabaran, kejujuran, dan kesetiaan melalui kehidupan nyata. Dengan demikian, orang lain tidak hanya mendengar tentang Kristus melalui perkataan, tetapi juga dapat melihat nilai-nilai Kristiani melalui sikap dan perbuatan.
“Iman yang sehat akan menghasilkan kehidupan yang sehat. Jangan hanya menjadi orang yang pandai berbicara tentang Tuhan, tetapi marilah menjadi orang yang menunjukkan Tuhan melalui kehidupan kita,” pesan Novita dalam pembinaan tersebut.
Pada kesempatan itu, Novita juga mengajak warga binaan untuk melakukan refleksi terhadap kehidupan masing-masing dengan pertanyaan, “Apakah kehidupan saya sudah menjadi kesaksian tentang Kristus?” Ia berharap pembinaan iman tersebut dapat memberikan kekuatan, pengharapan, dan motivasi kepada warga binaan untuk terus memperbaiki diri serta menjalani kehidupan sesuai dengan firman Tuhan. Melalui pembinaan keagamaan tersebut, diharapkan warga binaan semakin memahami pentingnya menjadikan iman sebagai dasar dalam membentuk karakter dan menjalani kehidupan sehari-hari. “Kiranya Tuhan menolong kita untuk hidup sesuai dengan firman-Nya, sehingga melalui kehidupan kita nama Tuhan Yesus semakin dimuliakan,” pungkas Novita.