Penyuluh Agama Kristen Menyemai Kasih Di Hati Anak-Anak

Pandan (Humas). Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Tengah, Puridawati Hutabarat, S.Th. mengatakan bahwa pembinaan kepada anak-anak bertujuan untuk membimbing anak-anak agar memahami pentingnya hidup dalam kasih Allah sebagaimana tertulis dalam 1 Korintus 13:1-13. Hal ini disampaikan beliau sewaktu melaksanakan Pembinaan kepada Kelompok Anak Ceria yang dilaksanakan di Lingkungan III Kelurahan Kolang Nauli, Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kamis (27/02).

Puridawati mengawali dengan menjelaskan bahwa kasih adalah dasar utama dalam kehidupan orang percaya. “Tanpa kasih, semua perbuatan baik kita akan menjadi sia-sia. Kasih adalah nilai yang harus kita praktikkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya di hadapan anak-anak yang hadir dengan penuh antusias.

Beliau juga menekankan bahwa kasih bukan sekadar perasaan, melainkan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kasih sejati terlihat dari sikap sabar, murah hati, dan tidak mementingkan diri sendiri. Ia mengajak anak-anak untuk selalu menunjukkan kasih kepada keluarga, teman, dan sesama.

Penyuluh Agama Kristen itu menjelaskan lebih lanjut bahwa ajaran kasih dalam 1 Korintus 13 mengajarkan tentang keutamaan kasih dibandingkan dengan pengetahuan maupun perbuatan baik lainnya. “Kasih tidak berkesudahan, dan dalam segala sesuatu yang kita lakukan, kasih harus menjadi landasannya,” tambahnya dalam penjelasannya.

Para peserta terlihat antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka turut berdiskusi dan berbagi pengalaman tentang bagaimana mereka bisa menerapkan kasih dalam kehidupan sehari-hari. Seorang anak bahkan mengungkapkan bahwa ia ingin lebih menghormati dan menyayangi teman-temannya seperti yang diajarkan dalam penyuluhan ini.

Di akhir sesi, Puridawati berpesan agar anak-anak terus menumbuhkan kasih dalam kehidupan mereka. Ia menegaskan bahwa kasih adalah ciri khas orang percaya dan menjadi bagian dari identitas mereka sebagai anak-anak Tuhan. “Jika kita hidup dalam kasih, kita mencerminkan Allah dalam kehidupan kita,” tutupnya dengan penuh semangat. Kegiatan ini diharapkan dapat membentuk karakter anak-anak sejak dini agar memiliki sikap yang penuh kasih, toleran, dan peduli terhadap sesama, sesuai dengan ajaran Alkitab.