Pererat Silaturahmi, Kasi Pendis Beri Pembinaan ASN dan Halal Bihalal di Zona II Sorkam

Tapteng (Humas) – Nuansa kekeluargaan menyelimuti acara Halal Bihalal sekaligus Pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayah Zona II yang meliputi Kecamatan Sorkam dan Sorkam Barat. Kegiatan yang dipusatkan di Aula MAN 2 Tapanuli Tengah, ini juga dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Tengah H.Awaluddin Habibi Siregar S.Ag.,MA. Senin (06/04).

Dalam sambutannya, Kepala Seksi Pendidikan Islam, Syamsul Simanjuntak menyampaikan bahwa momentum Halal Bi Halal bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan wadah untuk memperkuat sinergi antar-pegawai di lingkungan madrasah.

“Kualitas layanan pendidikan dan keagamaan di Zona II harus terus ditingkatkan. Melalui silaturahmi ini, kita lebur segala sekat komunikasi agar koordinasi kedinasan berjalan lebih solid,” ujar Kasi Pendis dalam arahannya.

Poin Penting Pembinaan ASN

Selain menyampaikan pesan silaturahmi, Kasi Pendis juga menekankan beberapa poin krusial terkait disiplin dan profesionalisme ASN:

  • Integritas Kerja: ASN diharapkan menjadi teladan di tengah masyarakat, terutama dalam menjaga kerukunan umat beragama.
  • Peningkatan Kinerja: Kasi Pendis mengingatkan pentingnya pelaporan kinerja yang akuntabel dan tepat waktu di lingkungan pendidikan Islam.
  • Adaptasi Teknologi: Menghadapi era digital, seluruh perangkat ASN di Sorkam dan Sorkam Barat diminta untuk terus meng-upgrade kemampuan literasi digital guna mendukung sistem kerja yang lebih efisien.

Kehadiran Kakan Kemenag Kabupaten Tapanuli Tengah, Awaluddin Habibi Siregar menambah kekhidmatan acara tersebut. Beliau memberikan apresiasi atas inisiatif penyelenggaraan pembinaan di tingkat zona, yang dinilai lebih efektif untuk menjangkau persoalan riil di lapangan.

Dalam arahannya, Awaluddin Habibi Siregar menegaskan bahwa setiap ASN adalah wajah dari Kementerian Agama. Oleh karena itu, keramahan dalam pelayanan dan dedikasi yang tinggi harus menjadi identitas setiap pegawai di Kecamatan Sorkam dan Sorkam Barat.

Acara kemudian ditutup dengan sesi jabat tangan sebagai simbol saling memaafkan, diikuti dengan dialog santai mengenai kendala teknis yang dihadapi para guru dan staf di lapangan.