
Pandan (Humas) – Peserta didik MAN 3 Tapanuli Tengah kembali menorehkan kebanggaan dengan berpartisipasi pada ajang bergengsi tingkat nasional. Tiga peserta didik MAN 3 Tapanuli Tengah yakni Alfiansyah Maulana Sihotang, Siti Arafah Naibaho dan Nurhalimah Ami Sitompul mengikuti Penyisihan Lomba Cerdas Hak Asasi Manusia (HAM) 2025 Tingkat Nasional. Keikutsertaan mereka menjadi bukti prestasi dan semangat belajar yang terus tumbuh di lingkungan madrasah, Rabu(19/11).
Lomba Cerdas HAM ini mempertemukan peserta dari seluruh Indonesia untuk menguji pemahaman mereka mengenai prinsip dasar HAM, regulasi hukum serta analisis terhadap isu-isu kemanusiaan yang berkembang di masyarakat. Ajang ini tidak hanya mengandalkan kemampuan teoritis, tetapi juga kecakapan peserta dalam berpikir kritis dan menyusun argumen secara logis.
Pada tahap penyisihan ketiga peserta dari MAN 3 Tapanuli Tengah mengikuti serangkaian penilaian, mulai dari tes teori HAM, analisis studi kasus hingga sesi respons cepat. Berkat persiapan matang dan pembinaan intensif, mereka tampil penuh percaya diri dalam menghadapi setiap sesi kompetisi.
Dalam sesi studi kasus Alfiansyah, Arafah dan Nurhalimah menunjukkan kemampuan analisis yang kuat. Mereka mampu menguraikan persoalan mengenai kesetaraan gender, diskriminasi, hak pendidikan serta perlindungan anak dengan menyajikan argumen yang runtut dan relevan berdasarkan prinsip-prinsip HAM.
Kemampuan mereka menyusun jawaban secara terstruktur menjadi nilai tambahan di mata juri. Pendekatan yang mereka gunakan menunjukkan bahwa peserta didik MAN 3 Tapanuli Tengah telah memahami secara komprehensif isu-isu sosial yang berkembang, sekaligus mampu memberikan solusi yang berpihak pada nilai kemanusiaan.
Guru pendamping Dahrul Effendi menyampaikan rasa bangganya terhadap ketiga peserta didik tersebut. Kompetisi di bidang HAM bukanlah hal yang mudah mengingat cakupan materi yang cukup luas dan menuntut pemahaman yang mendalam. Namun disiplin dan komitmen para peserta selama proses pembinaan telah membuahkan hasil yang memuaskan.
Kepala MAN 3 Tapanuli Tengah Hj. Juraida Siregar, S.Ag., M.Pd., juga memberikan apresiasi besar kepada para peserta. Beliau menegaskan bahwa keikutsertaan siswa dalam ajang nasional ini selaras dengan visi madrasah dalam menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dan membentuk peserta didik yang berkarakter. “Kami sangat bangga dengan keberanian dan kerja keras anak-anak kita. Kompetisi ini bukan hanya tentang prestasi tetapi juga tentang bagaimana mereka memahami dan mengamalkan nilai-nilai HAM dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Kepala Madrasah berharap pengalaman ini dapat menjadi motivasi bagi peserta didik lain untuk terus berprestasi. Ia juga mengapresiasi guru-guru pembina yang telah memberikan pendampingan intensif hingga para peserta didik siap menghadapi kompetisi di tingkat nasional.
Sementara itu ketiga peserta lomba mengaku mendapatkan banyak wawasan baru selama mengikuti penyisihan. Mereka mengungkapkan bahwa pemahaman mereka tentang berbagai persoalan HAM semakin berkembang, terutama mengenai isu-isu global maupun nasional yang saat ini menjadi perhatian publik.
Terlepas dari hasil yang akan diumumkan partisipasi ketiga siswa ini dalam Penyisihan Lomba Cerdas HAM 2025 merupakan bukti nyata komitmen MAN 3 Tapanuli Tengah dalam membina generasi muda yang peduli, kritis dan memiliki pemahaman kuat terhadap nilai-nilai hak asasi manusia. Madrasah berharap langkah ini menjadi inspirasi bagi seluruh peserta didik untuk terus mengembangkan potensi dan meraih prestasi di berbagai bidang.(ms)