
Pandan (Humas). MAN 3 Tapanuli Tengah menggelar doa bersama sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas kepada masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana gempa bumi dalam beberapa minggu terakhir. Gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores dan sekitarnya telah membawa duka serta kesulitan bagi masyarakat yang terdampak. Kondisi tersebut menggerakkan keluarga besar MAN 3 Tapanuli Tengah untuk bersama-sama memanjatkan doa bagi keselamatan dan ketabahan masyarakat NTT. Kegiatan doa bersama berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan diikuti oleh kepala madrasah, dewan guru, tenaga kependidikan serta peserta didik. Melalui kegiatan ini madrasah menunjukkan kepedulian terhadap saudara sebangsa yang sedang menghadapi masa sulit,Rabu(9/2).
Kepala MAN 3 Tapanuli Tengah Hj. Juraida Siregar, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa doa bersama tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas keluarga besar madrasah terhadap masyarakat NTT. Musibah yang dialami oleh saudara-saudara di daerah lain juga menjadi keprihatinan bersama sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat. Ia mengajak seluruh keluarga besar MAN 3 Tapanuli Tengah untuk bersama-sama mendoakan agar masyarakat yang terdampak gempa diberikan kekuatan, ketabahan, kesehatan dan keselamatan. Kepedulian tersebut diharapkan tidak hanya diwujudkan melalui doa, tetapi juga melalui sikap saling membantu dan berbagi. “Semoga saudara-saudara kita di NTT diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini,” ujarnya.
Kepala madrasah juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendidikan karakter bagi peserta didik. Pendidikan tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan akademik tetapi juga membentuk pribadi yang memiliki kepedulia empati dan rasa kemanusiaan. Peserta didik perlu memahami bahwa setiap musibah yang terjadi di berbagai daerah merupakan momentum untuk menumbuhkan rasa persaudaraan dan kepedulian terhadap sesama. Dengan demikian peserta didik diharapkan mampu menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak dan kepedulian sosial. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Doa bersama kemudian dipimpin oleh Ustaz Jusri Tumanggor dengan penuh kekhusyukan. Seluruh peserta mengikuti rangkaian doa dengan tenang dan menundukkan kepala sebagai bentuk penghormatan serta kepedulian kepada masyarakat NTT yang sedang menghadapi dampak bencana. Dalam doa tersebut dipanjatkan permohonan kepada Allah Swt. agar masyarakat yang terdampak gempa diberikan perlindungan, keselamatan, kekuatan dan ketabahan. Doa juga dipanjatkan bagi mereka yang mengalami kerusakan tempat tinggal maupun kehilangan harta benda akibat bencana. Suasana khidmat terasa selama seluruh keluarga besar madrasah mengikuti doa hingga selesai.
Ustaz Jusri Tumanggor mengajak seluruh peserta untuk menjadikan doa sebagai salah satu bentuk ikhtiar dan kepedulian terhadap sesama. Ia menyampaikan bahwa dalam menghadapi musibah, masyarakat membutuhkan dukungan, perhatian dan doa dari saudara-saudaranya di berbagai daerah. Kepedulian kepada sesama merupakan bagian dari ajaran agama yang harus terus ditanamkan dalam kehidupan. Ia juga mengingatkan peserta didik agar tidak menutup mata terhadap kesulitan yang dialami orang lain. Dengan kepedulian tersebut diharapkan tumbuh rasa persaudaraan dan solidaritas yang semakin kuat di lingkungan madrasah.
Kegiatan doa bersama tersebut juga menjadi momentum bagi keluarga besar MAN 3 Tapanuli Tengah untuk memperkuat rasa kebersamaan. Kepala madrasah, guru, tenaga kependidika dan peserta didik bersatu dalam satu tujua yaitu mendoakan keselamatan dan kebaikan bagi masyarakat NTT. Kebersamaan tersebut menunjukkan bahwa jarak geografis bukan menjadi penghalang untuk menunjukkan kepedulian kepada sesama. Madrasah berupaya menanamkan pemahaman bahwa setiap warga negara memiliki rasa persaudaraan dan tanggung jawab sosial. Semangat tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk karakter peserta didik yang peduli terhadap lingkungan dan masyarakat.
Sebagai bentuk kepedulian nyata keluarga besar MAN 3 Tapanuli Tengah juga mengumpulkan infaq secara sukarela untuk membantu saudara-saudara yang terdampak bencana. Pengumpulan infaq dilakukan dengan mengedepankan keikhlasan dan kemampuan masing-masing warga madrasah. Kegiatan tersebut menjadi sarana bagi peserta didik untuk belajar berbagi dan membantu orang lain yang sedang membutuhkan. Nilai kepedulian tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan ini tetapi dapat menjadi kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari. Semangat berbagi menjadi salah satu bentuk nyata solidaritas keluarga besar MAN 3 Tapanuli Tengah kepada masyarakat NTT.
Kepala MAN 3 Tapanuli Tengah berharap kegiatan tersebut dapat memberikan pembelajaran bermakna bagi seluruh peserta didik. Ia mengungkapkan bahwa kepedulian sosial harus terus ditanamkan agar peserta didik memiliki kepekaan terhadap berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat. Sekecil apa pun bentuk bantuan yang diberikan dengan ikhlas dapat menjadi berarti bagi mereka yang sedang mengalami kesulitan. Oleh karena itu ia mengajak seluruh peserta didik untuk membiasakan diri membantu sesama sesuai dengan kemampuan masing-masing. Semangat kepedulian tersebut diharapkan menjadi bagian dari karakter peserta didik MAN 3 Tapanuli Tengah.
Kegiatan doa bersama berlangsung dengan tertib, khidmat dan penuh kebersamaan hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai. Para peserta mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian dan menunjukkan rasa empati terhadap masyarakat NTT yang terdampak gempa bumi. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa musibah dapat terjadi kapan saja sehingga kepedulian dan solidaritas antarsesama sangat diperlukan. Melalui doa dan infaq yang dikumpulkan keluarga besar MAN 3 Tapanuli Tengah berusaha memberikan dukungan moral dan kepedulian nyata kepada masyarakat yang membutuhkan. Keluarga besar madrasah berharap masyarakat NTT diberikan kekuatan dalam menjalani proses pemulihan pascabencana.
Melalui kegiatan tersebut MAN 3 Tapanuli Tengah meneguhkan komitmennya untuk terus menanamkan nilai keagamaan, kepedulian, solidaritas dan kemanusiaan kepada seluruh warga madrasah. Doa bersama menjadi simbol persaudaraan keluarga besar MAN 3 Tapanuli Tengah kepada masyarakat NTT yang sedang menghadapi masa sulit akibat bencana gempa bumi. Semoga masyarakat yang terdampak diberikan keselamatan, kesehatan, kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi setiap ujian. Semoga proses pemulihan di wilayah terdampak dapat berjalan dengan baik dan masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan dengan tenang. Dari MAN 3 Tapanuli Tengah doa dan kepedulian terus dipanjatkan untuk saudara-saudara di NTT.(ms)