Tanamkan Karakter Mulia, Pembina Upacara MAN 2 Tapanuli Tengah Tegaskan Pentingnya Empat Kata Ajaib

Sorkam Barat (Humas) — Suasana khidmat menyelimuti lapangan utama MAN 2 Tapanuli Tengah pada pelaksanaan upacara bendera mingguan yang berlangsung pada Senin (03/08/2026). Petugas upacara dari kelas XII-3 menjalankan tugasnya dengan presisi dan penuh kedisiplinan, mengawal jalannya pengibaran bendera hingga selesai. Dalam kesempatan tersebut, bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Muhammad Ridwan Hutagalung yang menyampaikan amanat penting terkait pembentukan karakter dan norma kesopanan di lingkungan madrasah.

Dalam amanatnya, Pembina Upacara menyoroti bahwa perubahan karakter yang besar tidak selalu membutuhkan tindakan yang luar biasa, melainkan berawal dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara tulus. Beliau mengajak seluruh peserta upacara untuk kembali menghidupkan dan membiasakan penggunaan empat kata kunci dalam berinteraksi sehari-hari, yaitu “maaf”, “terima kasih”, “tolong”, dan “permisi”. Menurutnya, kebiasaan menuturkan kata-kata tersebut memiliki kekuatan besar dalam mempererat hubungan sosial antar-warga madrasah.

Muhammad Ridwan Hutagalung menjelaskan secara rinci makna mendalam di balik keempat kata sederhana tersebut di hadapan ratusan siswa. “Mengucapkan ‘maaf’ menunjukkan kebesaran hati, ‘terima kasih’ adalah bentuk penghargaan, ‘tolong’ mengajarkan kerendahan hati, dan ‘permisi’ mencerminkan rasa hormat kepada sesama. Ingatlah, kesuksesan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh akhlak dan tutur katanya. Empat kata sederhana ini dapat membuka pintu persahabatan serta menciptakan lingkungan sekolah yang penuh rasa saling menghargai,” tegasnya.

Lebih lanjut, beliau berpesan agar seluruh peserta didik tidak ragu untuk menerapkannya di mana pun berada sebagai fondasi pembentukan pribadi yang mulia dan disegani. Menutup amanatnya, Pembina Upacara memberikan penekanan khusus mengenai definisi sejati dari seseorang yang hebat. “Orang yang hebat bukanlah yang paling kuat atau paling pintar, melainkan yang mampu menjaga sikap, menghargai sesama, dan membiasakan tutur kata yang baik,” pungkas Muhammad Ridwan Hutagalung mengakhiri arahannya.

Rangkaian upacara bendera tersebut berlangsung lancar, tertib, dan diakhiri dengan penghormatan umum sebelum seluruh siswa membubarkan diri menuju ruang kelas masing-masing. Pesan moral yang disampaikan oleh Pembina Upacara diharapkan dapat langsung dipraktikkan oleh para siswa, sehingga mampu menciptakan iklim belajar di MAN 2 Tapanuli Tengah yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga berakhlaqul karimah.