
Tapanuli Tengah (Humas) — Tiga siswa berbakat Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Tapanuli Tengah bersiap melanjutkan perjuangan pada ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 tingkat Provinsi Sumatera Utara. Ketiganya berhasil meraih prestasi pada OMI tingkat Kabupaten Tapanuli Tengah sehingga berhak mewakili daerah pada kompetisi tingkat provinsi. Sebagai bagian dari persiapan, ketiga siswa tersebut mengikuti tahapan simulasi ujian berbasis komputer pada Kamis (1/10/2026). Kegiatan ini menjadi langkah penting untuk memastikan kesiapan akademik, mental, dan teknis sebelum menghadapi kompetisi tingkat provinsi.
Ketiga siswa yang menjadi delegasi MIN 1 Tapanuli Tengah tersebut adalah Arman Syahputra Tanjung yang mengikuti bidang Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), serta Sholahuddin Siambaton dan Devra Iswandi Pohan yang masing-masing mengikuti bidang Matematika. Ketiganya merupakan siswa pilihan yang telah mengikuti proses pembinaan dan persiapan secara intensif di madrasah. Keikutsertaan mereka pada tingkat provinsi menjadi kebanggaan bagi keluarga besar MIN 1 Tapanuli Tengah sekaligus menjadi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan akademik siswa madrasah di tingkat yang lebih luas. Selain membawa nama madrasah, ketiga siswa tersebut juga mengemban amanah untuk mewakili Kabupaten Tapanuli Tengah.
Tahapan simulasi OMI tingkat Provinsi Sumatera Utara dilaksanakan selama dua hari, yakni pada 1–2 Oktober 2026. Simulasi tersebut menjadi bagian penting dalam mematangkan kesiapan peserta, khususnya dalam mengoperasikan sistem Computer Based Test (CBT) yang akan digunakan pada pelaksanaan ujian. Melalui simulasi, siswa dapat memahami mekanisme ujian, mengenali sistem pengerjaan, serta mengantisipasi berbagai kendala teknis yang mungkin terjadi. Selain kesiapan perangkat dan jaringan, simulasi juga menjadi sarana untuk membangun kepercayaan diri siswa agar dapat mengikuti ujian dengan tenang, fokus, dan maksimal.
Kepala MIN 1 Tapanuli Tengah menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada ketiga siswa serta guru pembimbing yang telah bekerja keras dalam mempersiapkan diri menghadapi OMI tingkat provinsi. Menurutnya, keberhasilan meloloskan tiga siswa ke tingkat provinsi merupakan hasil dari proses pembinaan yang dilakukan secara konsisten dan dukungan dari berbagai pihak. “Kami sangat bangga dengan capaian Arman, Sholahuddin, dan Devra yang berhasil membawa nama MIN 1 Tapanuli Tengah ke tingkat provinsi. Ini merupakan hasil dari kerja keras siswa, guru pembimbing, serta dukungan orang tua. Kami berharap mereka tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga menjadikan pengalaman ini sebagai proses untuk meningkatkan kepercayaan diri, kedisiplinan, dan kemampuan dalam menghadapi berbagai tantangan,” ujarnya. Ia juga berpesan kepada ketiga siswa agar mengikuti setiap tahapan dengan sungguh-sungguh, tetap percaya diri, serta tidak mudah menyerah ketika menghadapi soal-soal yang sulit.
Setelah mengikuti tahapan simulasi, Arman, Sholahuddin, dan Devra dijadwalkan mengikuti ujian utama OMI tingkat Provinsi Sumatera Utara pada 5–6 Oktober 2026. Keluarga besar MIN 1 Tapanuli Tengah, para guru, komite madrasah, dan orang tua terus memberikan dukungan moral serta doa agar ketiganya mampu tampil optimal. Kepala madrasah berharap pengalaman mengikuti OMI tingkat provinsi dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi dan berani berkompetisi di berbagai bidang. Dengan persiapan yang telah dilakukan, ketiga delegasi MIN 1 Tapanuli Tengah diharapkan mampu memberikan hasil terbaik, mengharumkan nama madrasah dan Kabupaten Tapanuli Tengah, serta membuka peluang untuk melanjutkan perjuangan pada OMI tingkat nasional 2026. (NY)