
Sorkam Barat (Humas) — Siswa-siswi MAN 2 Tapanuli Tengah tampak antusias mengikuti pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) yang berfokus pada materi atletik di lapangan utama madrasah. Pada pertemuan kali ini, para siswa mendapatkan pelatihan khusus mengenai teknik dasar lari melalui metode ABC Drill (Agility, Balance, and Coordination Drill). Pelatihan ini dirancang untuk membentuk postur, koordinasi gerak, serta efisiensi langkah kaki siswa saat berlari. Selasa, 4 Agustus 2026
Pengenalan metode ABC Drill ini menjadi salah satu terobosan dalam pembelajaran olahraga di MAN 2 Tapanuli Tengah untuk memberikan pemahaman teknik yang benar sejak dini. Berbagai variasi gerakan diperagakan dan dipraktikkan secara langsung, mulai dari high knees (mengangkat lutut tinggi), butt kicks (menendang tumit ke belakang), hingga skipping dan straight-leg bounds. Setiap siswa secara bergantian melakukan gerakan tersebut di bawah pengawasan ketat pendidik.
Guru Olahraga MAN 2 Tapanuli Tengah Maulidi Hasyim menjelaskan bahwa latihan ini sangat krusial untuk memperbaiki mekanika gerak tubuh siswa agar terhindar dari cedera. “Banyak siswa yang mengira lari hanya sekadar menggerakkan kaki secepat mungkin, padahal ada teknik dasar koordinasi, keseimbangan, dan kelenturan yang harus dikuasai. Melalui praktik ABC Drill ini, kami ingin membiasakan siswa berlari dengan bentuk tubuh yang benar sehingga hasil larinya lebih efisien, bertenaga, dan meminimalkan risiko cedera. Kami menargetkan postur tubuh mereka terbentuk secara natural saat melangkah pesat,” tuturnya.
Selama jalannya praktik, para siswa menunjukkan kedisiplinan dan semangat yang tinggi meski harus mengulang beberapa gerakan teknis secara presisi. Koreksi langsung berulang kali diberikan oleh guru agar setiap peserta didik memahami letak kesalahan gerak mereka, seperti posisi tumpuan telapak kaki maupun ayunan lengan yang belum selaras. Suasana pembelajaran pun berlangsung interaktif, dinamis, dan penuh keceriaan.
Pengalaman berharga ini dirasakan langsung oleh Aditia Ramadhan Pasaribu, salah satu siswa kelas X-1 yang ikut dalam barisan praktik. “Awalnya saya pikir latihan ini gampang, tapi ternyata cukup menguras tenaga dan butuh konsentrasi tinggi. Gerakan seperti high knees dan skipping baru terasa ritmenya setelah dikoreksi Pak Guru. Sekarang lari rasanya jadi lebih ringan dan tidak cepat lelah,” ungkap Aditia.
Rasa antusias senada disampaikan oleh Naura Aqila yang juga bersemangat mengikuti setiap sesi latihan. “Pelajarannya seru sekali dan beda dari biasanya. Dulu saya kalau lari asal kencang saja sampai sering kram kaki, tapi setelah paham teknik ABC Drill ini, saya jadi tahu pentingnya ayunan tangan dan pendaratan kaki yang pas. Ini sangat berguna untuk kami yang suka olahraga,” tambah Aqila.