
Tapanuli Tengah (Humas) — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Tapanuli Tengah kembali terendam banjir yang terjadi pada Selasa, 11 Februari 2026. Genangan air bercampur lumpur menggenangi sejumlah ruang kelas, kantor, dan halaman madrasah sehingga berdampak pada terganggunya proses pembelajaran. 12 Februari 2026
Banjir dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah Tapanuli Tengah sejak dini hari. Kondisi semakin parah setelah tanggul yang berada di belakang area madrasah tidak mampu menahan debit air, sehingga air dengan cepat masuk ke lingkungan sekolah.
Sebagai tindak lanjut, kegiatan pembersihan dilaksanakan pada Rabu, 12 Februari 2026. Kepala madrasah mengoordinasikan gotong royong yang melibatkan guru, tenaga kependidikan, serta siswa untuk membersihkan lumpur dan sisa genangan air dari ruang belajar dan fasilitas lainnya.
Kegiatan tersebut difokuskan pada pemulihan sarana pendidikan agar dapat segera digunakan kembali. Seluruh warga madrasah tampak bekerja sama menggunakan sapu, pel, sekop, dan alat kebersihan lainnya guna mempercepat proses penataan lingkungan sekolah.
Selain melakukan pembersihan, pihak madrasah juga mendata fasilitas yang terdampak sebagai dasar penentuan langkah perbaikan. Melalui kerja sama seluruh warga madrasah, MAN 1 Tapanuli Tengah berupaya memastikan layanan pendidikan tetap berjalan optimal pasca kejadian banjir.