
Sorkam Barat (Humas) – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh civitas akademika MAN 2 Tapanuli Tengah. Sebanyak enam siswa-siswi terbaik madrasah tersebut secara resmi dinyatakan lolos seleksi dan terpilih sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Tingkat Kecamatan Sorkam Barat. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata dari komitmen, kerja keras, serta kedisiplinan tinggi yang ditunjukkan para siswa selama mengikuti tahapan seleksi yang ketat. 21/07
Adapun enam pelajar berprestasi yang berhasil membawa nama harum sekolah tersebut meliputi Nia Rahmayanti (Kelas X³) dan Amira Khairiyah (Kelas X³) dari jenjang kelas X. Sementara dari jenjang kelas XI dan XII, nama Aqila Mahfuza (Kelas XI¹), Alvin (Kelas XI²), Abi (Kelas XII²), serta Syahlan Arif Ilham (Kelas XII³) turut masuk dalam daftar pengibar bendera terpilih. Keikutsertaan mereka mewakili berbagai tingkatan kelas membuktikan bahwa potensi dan semangat berkontribusi tumbuh merata di lingkungan MAN 2 Tapanuli Tengah.
Kepala madrasah Muhammad Lufti Siambaton menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya serta ucapan selamat atas pencapaian luar biasa ini. “Keberhasilan ini sekaligus menegaskan sebuah pesan moral penting bahwa keberhasilan bukan semata-mata milik mereka yang pintar, melainkan milik mereka yang terus berjuang dan pantang menyerah. Seluruh keluarga besar madrasah merasa bangga atas dedikasi para siswa yang telah berjuang membawa nama baik lembaga di tingkat kecamatan.” ujar Beliau.
Selamat bertugas disampaikan kepada para anggota Paskibra terpilih untuk segera mempersiapkan diri menghadapi rangkaian latihan intensif. Para siswa diharapkan dapat menjalankan masa pemusatan latihan dengan penuh semangat, kedisiplinan, serta dedikasi tinggi demi menunaikan tugas mulia mengibarkan Sang Merah Putih pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan mendatang. Rasa tanggung jawab yang besar ini diharapkan dapat ditunaikan secara maksimal. Ujar Misdarhayani Tanjung sebagai kesiswaan.
Sementara itu, bagi siswa-siswi yang belum berkesempatan lolos pada seleksi kali ini, penyeleksi dari pihak kepolisian Aipda Cuesdi Situmeang berpesan agar tidak berkecil hati. “Kegagalan hari ini bukanlah akhir, melainkan awal dari proses pendewasaan diri. Seluruh siswa yang belum beruntung diimbau untuk tetap semangat, terus mengasah kemampuan, dan menjadikan pengalaman ini sebagai batu loncatan berharga untuk meraih sukses di kesempatan berikutnya”. Pungkas Cuesdi.