
Sorkam Barat (Humas) – Sebuah pemandangan unik terjadi di ruang kelas MAN 2 Tapanuli Tengah, di mana seorang guru, Yunita Sari Tarigan, S.Pd., mengambil inisiatif menarik dengan memandu siswa melakukan praktikum kimia. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman nyata mengenai fenomena alam melalui pengamatan langsung terhadap ciri-ciri reaksi kimia. Dengan memanfaatkan bahan-bahan sederhana yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari, para siswa diajak untuk mengeksplorasi perubahan materi secara ilmiah namun tetap menyenangkan. Rabu, 29 April 2026
Eksperimen diawali dengan mengidentifikasi perubahan warna yang mencolok menggunakan larutan tertentu hingga menghasilkan warna cerah menyerupai minuman Fanta. Tak berhenti di situ, para siswa juga menguji terjadinya perubahan suhu dengan mencampurkan air dan deterjen bubuk. Reaksi eksoterm yang dihasilkan membuat wadah terasa hangat, membuktikan adanya energi yang dilepaskan selama proses kimia berlangsung. Pengamatan ini memberikan bukti fisik bahwa reaksi kimia sering kali disertai dengan perubahan energi panas yang dapat dirasakan secara langsung.
Praktikum berlanjut dengan demonstrasi yang paling dinantikan, yaitu pembentukan gas. Dengan menggunakan reaksi kimia tertentu, para siswa berhasil menghasilkan gas yang cukup untuk membuat balon mengembang dengan sendirinya tanpa ditiup. Fenomena ini menarik perhatian seluruh kelas karena menunjukkan bagaimana gas yang dihasilkan dari reaksi antara zat padat dan cair mampu mengisi ruang dan menghasilkan tekanan. Melalui praktik ini, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi melihat langsung bagaimana molekul-molekul bekerja menciptakan zat baru dalam bentuk gas.
“Meskipun saya mengajar bidang studi lain, saya ingin menunjukkan kepada siswa bahwa ilmu pengetahuan itu saling terhubung. Praktikum kimia ini dirancang agar siswa tidak sekadar membayangkan teori, tetapi melihat langsung bagaimana deterjen bisa menghasilkan panas atau bagaimana gas bisa meniup balon. Ketika mereka melihat perubahan warna dan endapan secara nyata, pemahaman mereka akan jauh lebih membekas,” ujar Yunita Sari Tarigan.
Pada tahap akhir pengamatan, siswa meneliti terbentuknya endapan melalui pencampuran cuka dan baking soda. Meskipun reaksi ini juga menghasilkan buih, fokus utama pengamatan adalah sisa kristal atau endapan yang tertinggal di dasar wadah setelah reaksi mereda. “Praktikum kimia ini sangat membantu kami memahami bahwa kimia itu ada di sekitar kita. Kami belajar cara mengidentifikasi zat baru melalui endapan, warna, hingga gas yang muncul,” ungkap Rifki, salah seorang siswa yang antusias mengikuti setiap tahapan percobaan.