
Sirandorung (Humas) – Dalam rangka menyukseskan kegiatan “Indonesia Berkiblat: Gerakan Nasional 1.448 K Rashdul Kiblat”, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sirandorung, Sujianto, S.Sos, melaksanakan sosialisasi sekaligus menyampaikan imbauan kepada seluruh Madrasah Aliyah (MA), Madrasah Tsanawiyah (MTs), guru-guru Pendidikan Agama Islam, Badan Kemakmuran Masjid (BKM), pengurus masjid dan musholla, serta masyarakat Muslim di Kecamatan Sirandorung agar berpartisipasi dalam pelaksanaan pengukuran arah kiblat secara serentak.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Agama Republik Indonesia tentang pelaksanaan “Indonesia Berkiblat: Gerakan Nasional 1.448 K Rashdul Kiblat”, yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya ketepatan arah kiblat sebagai salah satu syarat sah pelaksanaan ibadah salat.
Dalam sosialisasinya, Ka. KUA menjelaskan bahwa fenomena Rashdul Kiblat merupakan peristiwa astronomi ketika posisi Matahari berada tepat di atas Ka’bah. Pada saat itu, bayangan benda yang berdiri tegak akan mengarah berlawanan dengan Ka’bah sehingga dapat dijadikan acuan yang akurat untuk mengecek maupun mengoreksi arah kiblat masjid, musholla, madrasah, sekolah, serta tempat ibadah lainnya.
Pelaksanaan pengukuran arah kiblat akan dilaksanakan pada Rabu dan Kamis, 15–16 Juli 2026, tepat pada pukul 16.27 WIB. Oleh karena itu, KUA Kecamatan Sirandorung mengajak seluruh unsur masyarakat untuk memanfaatkan momentum tersebut dengan menyiapkan alat sederhana, seperti tongkat atau benda yang berdiri tegak lurus di tempat terbuka yang terkena sinar matahari.
Dalam kesempatan tersebut, Sujianto, S.Sos, menyampaikan bahwa keterlibatan seluruh unsur masyarakat sangat penting agar semakin banyak rumah ibadah dan tempat salat yang memiliki arah kiblat yang tepat.
“Melalui Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat ini, kami mengajak seluruh Madrasah Aliyah, Madrasah Tsanawiyah, guru-guru Pendidikan Agama Islam, pengurus BKM masjid, pengurus musholla, serta seluruh masyarakat Kecamatan Sirandorung untuk bersama-sama memanfaatkan fenomena Rashdul Kiblat sebagai sarana memastikan kembali arah kiblat. Semoga kegiatan ini menjadi ikhtiar bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan ibadah dan pemahaman masyarakat terhadap ilmu falak,” ujar Sujianto.
Selain memberikan sosialisasi, KUA Kecamatan Sirandorung juga membuka layanan konsultasi dan pendampingan bagi masyarakat maupun pengurus rumah ibadah yang memerlukan bantuan dalam pelaksanaan pengukuran arah kiblat.
Melalui kegiatan “Indonesia Berkiblat: Gerakan Nasional 1.448 K Rashdul Kiblat”, diharapkan seluruh masyarakat Kecamatan Sirandorung dapat berpartisipasi aktif dalam memastikan ketepatan arah kiblat di masjid, musholla, madrasah, sekolah, maupun tempat ibadah lainnya, sehingga pelaksanaan ibadah salat semakin sesuai dengan tuntunan syariat Islam.