
Tapanuli Tengah (Humas) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Tengah, H. Awaluddin Habibi Siregar, S.Ag., M.A., melaksanakan monitoring dan peninjauan bantuan masjid pascabencana di Masjid Al-Falah, Desa Muara Sibuntuon, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah. Dalam kegiatan tersebut, Kakan Kemenag didampingi oleh Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Tapteng, Bincar Halomoan Siregar, S.Ag., M.H., Pelaksana Harian (Plh.) Kepala KUA Kecamatan Sibabangun, Sucipto, M.A., beserta staf KUA Kecamatan Sibabangun. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan program bantuan rumah ibadah yang diberikan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) melalui Direktorat Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Senin (20/10).
Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi bangunan dan lingkungan Masjid Al-Falah yang terdampak bencana alam serta mengetahui kebutuhan penanganan yang diperlukan. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung pelaksanaan bantuan secara tepat sasaran sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku. Selain itu, koordinasi antara jajaran Kemenag Tapteng, KUA Kecamatan Sibabangun, dan pengurus masjid menjadi bagian penting dalam mendukung proses pemulihan rumah ibadah.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tapanuli Tengah, H. Awaluddin Habibi Siregar, menyampaikan bahwa bantuan rumah ibadah dari Kemenag RI merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan kegiatan keagamaan masyarakat, khususnya di wilayah terdampak bencana. “Melalui peninjauan langsung ini, kita ingin mengetahui kondisi rumah ibadah yang terdampak bencana serta kebutuhan penanganannya. Bantuan dari Kementerian Agama Republik Indonesia ini diharapkan dapat mendukung pemulihan rumah ibadah sehingga masyarakat dapat kembali melaksanakan ibadah dengan aman dan nyaman,” ungkap Awaluddin Habibi Siregar.
Masjid Al-Falah di Desa Muara Sibuntuon menjadi perhatian karena mengalami dampak longsor pada bagian tebing di sekitar bangunan. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan lingkungan masjid, terutama ketika hujan dengan intensitas tinggi berpotensi memicu longsor susulan. Oleh karena itu, kebutuhan penanganan area yang berisiko serta perbaikan sarana pendukung ibadah perlu mendapat perhatian serius. Penanganan yang tepat diharapkan dapat membantu menjaga keselamatan jamaah sekaligus mendukung keberlanjutan fungsi masjid sebagai tempat ibadah.
Melalui kegiatan ini, Kemenag Tapteng terus mendukung pelaksanaan program bantuan rumah ibadah dari Kemenag RI agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang terdampak bencana. Kakan Kemenag bersama Kasi Bimas Islam, Plh. Kepala KUA Kecamatan Sibabangun, dan staf KUA Sibabangun juga mendorong koordinasi dengan pihak terkait serta pengurus masjid dalam menindaklanjuti kebutuhan perbaikan sesuai ketentuan yang berlaku. Diharapkan bantuan tersebut dapat mendukung proses pemulihan Masjid Al-Falah sehingga fungsinya sebagai tempat ibadah dan pusat pembinaan umat tetap terjaga bagi masyarakat Desa Muara Sibuntuon.