
Pandan (Humas). Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Tapanuli Tengah, Hj. Juraida Siregar S.Ag. M.Pd. memimpin rapat koordinasi terkait pengaturan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) selama berlangsungnya renovasi gedung madrasah. Rapat tersebut dilaksanakan sebagai langkah untuk memastikan kegiatan pembelajaran tetap berjalan secara efektif meskipun sejumlah ruang kelas sedang dalam proses perbaikan. Renovasi yang berlangsung mencakup sekitar delapan ruang kelas dengan tambahan tiga ruang lainnya yang juga direncanakan untuk direnovasi. Kondisi tersebut memerlukan penyesuaian dalam pengaturan penggunaan ruang dan jadwal belajar murid. Oleh karena itu madrasah mengambil kebijakan penerapan sistem pembelajaran dua sesi yaitu pagi dan siang. Kebijakan ini diharapkan menjadi solusi agar seluruh murid tetap memperoleh layanan pembelajaran secara optimal,Kamis(30/10).
Dalam rapat tersebut Kepala Madrasah bersama WKM Kurikulum dan pihak terkait membahas berbagai hal mengenai teknis pelaksanaan KBM selama masa renovasi. Pembahasan meliputi pembagian jadwal masuk murid pengaturan penggunaan ruang kelas serta penyesuaian waktu pembelajaran. Pengaturan dilakukan dengan mempertimbangkan jumlah murid dan ketersediaan ruang belajar yang dapat digunakan. Melalui koordinasi tersebut diharapkan tidak terjadi tumpang tindih penggunaan ruang maupun jadwal pembelajaran. Setiap unsur madrasah diharapkan dapat memahami dan melaksanakan kebijakan yang telah disepakati. Dengan demikian aktivitas pendidikan tetap berlangsung secara tertib dan terarah.
Kepala MAN 3 Tapanuli Tengah, Juraida Siregar menyampaikan bahwa penerapan sistem dua sesi merupakan langkah yang perlu dilakukan untuk menjaga keberlangsungan pembelajaran selama renovasi gedung berlangsung. Proses renovasi merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana madrasah sehingga membutuhkan penyesuaian dalam kegiatan sehari-hari. Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak boleh mengurangi semangat dan tanggung jawab seluruh warga madrasah dalam melaksanakan proses pendidikan. Oleh karena itu diperlukan kerja sama dan pemahaman bersama agar kebijakan yang diterapkan dapat berjalan dengan baik. Ia berharap seluruh guru dan murid dapat menyesuaikan diri dengan jadwal pembelajaran yang telah ditentukan.
Lebih lanjut Kepala Madrasah menjelaskan bahwa pembagian sesi dilakukan berdasarkan tingkat kelas dengan mempertimbangkan kebutuhan kegiatan pembelajaran. Murid kelas XII bersama murid kelas X dijadwalkan mengikuti pembelajaran pada sesi pagi. Sementara itu murid kelas XI mengikuti kegiatan pembelajaran pada sesi siang. Pengaturan ini dilakukan agar penggunaan ruang kelas dapat berlangsung secara bergantian dan lebih terorganisasi. Ia meminta seluruh murid memperhatikan jadwal masuk masing-masing agar tidak terjadi kesalahan waktu kehadiran. Kepala Madrasah juga mengingatkan para guru untuk tetap menjaga kualitas pembelajaran meskipun terdapat perubahan jadwal selama masa renovasi.
Kepala Madrasah turut mengajak seluruh tenaga pendidik dan kependidikan untuk saling mendukung dalam pelaksanaan kebijakan tersebut. Menurutnya keberhasilan pengaturan KBM dua sesi tidak hanya bergantung pada penyusunan jadwal tetapi juga pada kedisiplinan seluruh warga madrasah. Guru diharapkan dapat menyesuaikan pelaksanaan tugas mengajar dengan jadwal yang telah ditetapkan. Sementara itu murid diminta tetap menjaga ketertiban dan memanfaatkan waktu belajar dengan sebaik-baiknya. Ia juga menekankan pentingnya komunikasi apabila terdapat kendala selama penerapan sistem pembelajaran dua sesi. Dengan koordinasi yang baik setiap permasalahan diharapkan dapat segera diselesaikan.
WKM Kurikulum MAN 3 Tapanuli Tengah, Anny Jarian Gultom menjelaskan bahwa pengaturan KBM dua sesi telah melalui pembahasan dan pertimbangan bersama pihak madrasah. Penyesuaian ini dilakukan sebagai respons terhadap berkurangnya ruang kelas yang dapat digunakan akibat proses renovasi. Menurutnya penyusunan jadwal pembelajaran membutuhkan pengaturan yang cermat agar seluruh mata pelajaran tetap dapat terlaksana sesuai ketentuan kurikulum. Pembagian sesi pagi dan siang menjadi salah satu alternatif untuk mengoptimalkan penggunaan ruang yang tersedia. Pihak kurikulum juga melakukan penyesuaian terhadap jadwal mengajar guru agar kegiatan pembelajaran dapat berlangsung secara teratur.
Anny Jarian Gultom menambahkan bahwa murid kelas XII dan kelas X mengikuti pembelajaran pada sesi pagi sedangkan murid kelas XI masuk pada sesi siang. Pembagian tersebut disusun dengan memperhatikan efektivitas waktu belajar serta kebutuhan masing-masing tingkat kelas. Ia berharap seluruh murid dapat memahami perubahan jadwal tersebut dan hadir sesuai waktu yang telah ditentukan. Para guru juga diharapkan mempersiapkan perangkat pembelajaran dengan baik agar proses belajar mengajar tetap berjalan maksimal. Meskipun terdapat perubahan waktu pelaksanaan KBM kualitas penyampaian materi harus tetap menjadi perhatian utama. Dengan demikian target pembelajaran dapat terus dicapai selama renovasi berlangsung.
Selain pengaturan jadwal pihak kurikulum juga memperhatikan koordinasi antarguru dalam pelaksanaan pembelajaran setiap sesi. Guru diharapkan dapat berkomunikasi secara aktif mengenai penggunaan ruang kelas dan kebutuhan pembelajaran. Pengaturan yang terkoordinasi diperlukan agar pergantian sesi pagi dan siang dapat berlangsung dengan tertib. Murid yang telah menyelesaikan pembelajaran pada sesi pagi juga diharapkan menjaga ketertiban ketika meninggalkan lingkungan madrasah. Begitu pula murid sesi siang diminta hadir tepat waktu dan mempersiapkan diri sebelum kegiatan belajar dimulai. Seluruh ketentuan tersebut bertujuan menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif bagi semua warga madrasah.
Melalui rapat koordinasi ini MAN 3 Tapanuli Tengah berupaya memastikan proses renovasi gedung dapat berjalan beriringan dengan pelaksanaan kegiatan pendidikan. Perbaikan sejumlah ruang kelas diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi peningkatan kenyamanan dan kualitas sarana pembelajaran. Sementara itu penerapan sistem dua sesi menjadi langkah sementara untuk menyesuaikan aktivitas madrasah dengan kondisi ruang yang tersedia. Kepala Madrasah bersama WKM Kurikulum akan terus melakukan koordinasi dan pemantauan terhadap pelaksanaan kebijakan tersebut. Evaluasi juga diperlukan untuk mengetahui efektivitas pembagian jadwal serta mengidentifikasi kendala yang mungkin muncul. Dengan demikian penyesuaian dapat dilakukan sesuai kebutuhan madrasah.
Kepala MAN 3 Tapanuli Tengah berharap seluruh warga madrasah dapat mendukung kebijakan pembelajaran dua sesi dengan penuh tanggung jawab. Ia menegaskan bahwa renovasi gedung bukan menjadi penghalang untuk terus memberikan layanan pendidikan terbaik kepada murid. Seluruh guru dan murid diharapkan tetap bersemangat menjalankan kegiatan belajar mengajar meskipun terdapat perubahan jadwal. Melalui kerja sama kedisiplinan dan koordinasi yang baik proses pembelajaran diharapkan tetap berlangsung efektif hingga renovasi selesai. Madrasah berkomitmen menjaga keberlangsungan pendidikan sekaligus mendukung peningkatan kualitas fasilitas belajar demi terciptanya lingkungan pendidikan yang lebih baik bagi seluruh murid MAN 3 Tapanuli Tengah.(ms)